JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA
Proceeding Technology of Renewable Energy and Development ConferenceProceeding Technology of Renewable Energy and Development ConferenceProses mixing telah banyak diaplikasikan dalam berbagai industri. Pencampuran yang salah juga akan menghasilkan produk bermutu rendah dan pemborosan energi. Pentingnya proses mixing di suatu proses industri mendorong perlunya pengoptimalan dalam pengaplikasian proses mixing. Side entry mixing menjadi salah satu alat mixing yang umum digunakan karena biaya instalasi dan operasinya yang rendah. Namun dalam pengaplikasiannya masih memiliki kekurangan yaitu waktu yang dibutuhkan untuk menuju homogen cukup lama jika dibandingkan dengan top mixer, hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor sirkulasi pengadukan yang dihasilkan dari putaran blade. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh jumlah blade propeller yang dikombinasikan dengan angle impeller terhadap pola aliran dan homogenitas pada proses pengenceran CaCO3 menggunakan metode Computational Fluid Dynamic. Pada penelitian ini digunakan impeller jenis propeller dengan jumlah blade 3 dan 4. Dan dengan spesifikasi tinggi tabung dan diameternya 60 cm dan 40 cm serta tinggi fluida pada tangka 40 cm. Variabel angle yang digunakan yaitu 0o,5o,10o dan 15o. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa semakin besar derajat angel dan semakin banyak jumlah blade maka pola aliran cenderung quick return flow. Pola aliran ini akan menghasilkan proses pencampuran dengan waktu yang lebih cepat dan tingkat homogenitas yang tinggi.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah.Pada angle masuk impeller 0 derajat dengan 3 blade propeller menghasilkan pusaran yang menyebabkan vortex, sedangkan variabel angle 5,10 dan 15 derajat pola aliran cenderung membentuk quick return flow.Kemudian untuk variabel angle 0,5,10 dan 15 derajat pada jumlah blade propeller 4 pola aliran tidak terbentuk vortex dan aliran cenderung quick return flow.Sehingga dapat dikatakan bahwa angel masuk impeller pada side-entering mixer memiliki pengaruh terhadap pola alir yaitu mempengaruhi sirkulasi yang terbentuk.Pada penelitian ini hasil terbaik ditunjukan pada variabel angle impeller 15 derajat dengan jumlah blade 4.Pada blade propeller berjumlah 4, homogenitas dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat daripada proses mixing dengan menggunakan propeller dengan jumlah blade 3.Hal ini dikarenakan blade berjumlah 4 mampu menghasilkan sirkulasi dengan streaching yang lebih panjang dan jumlah folding yang lebih banyak.Dan pada penelitian ini proses mixing dengan waktu homogenitas terbaik didaptakan pada blade 4 dengan urutan variabel angle nya 15,10,5, derajat.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh variabel-variabel lain, seperti kecepatan putaran impeller dan geometri tangki, terhadap pola aliran dan homogenitas dalam proses pencampuran. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efek dari kombinasi berbagai jenis impeller dan blade pada proses pencampuran, serta mengoptimalkan desain impeller untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan pencampuran. Terakhir, studi tentang pengaruh angle impeller pada skala industri juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran tangki dan sifat fisik fluida yang berbeda.
| File size | 1008.53 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIGHAUNIGHA Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi lapangan, koordinasi bersama aparatur gampong, identifikasi masalah, perencanaanProgram dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi lapangan, koordinasi bersama aparatur gampong, identifikasi masalah, perencanaan
FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS Rekomendasi untuk penelitian lanjutan meliputi studi perluasan ke pasar lain, analisis faktor eksternal tambahan, serta penggunaan metode pendekatan kualitatifRekomendasi untuk penelitian lanjutan meliputi studi perluasan ke pasar lain, analisis faktor eksternal tambahan, serta penggunaan metode pendekatan kualitatif
AFEBIAFEBI Fokus riset berada pada perusahaan farmasi terdaftar di Indonesia, Singapura, dan Malaysia, dengan sampel total [jumlah perusahaan] unit. Data sekunderFokus riset berada pada perusahaan farmasi terdaftar di Indonesia, Singapura, dan Malaysia, dengan sampel total [jumlah perusahaan] unit. Data sekunder
UNIKOMUNIKOM Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji hubungan antara variabel bebas (kepadatan penduduk dan NDBI) dan variabel terikat (suhu). HasilAnalisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji hubungan antara variabel bebas (kepadatan penduduk dan NDBI) dan variabel terikat (suhu). Hasil
UNISBARUNISBAR Metode analisis yang digunakan yaitu analisis statistik dan didukung dengan menggunakan SPSS versi 29. Metode analisis statistik yang dilakukan model analisisMetode analisis yang digunakan yaitu analisis statistik dan didukung dengan menggunakan SPSS versi 29. Metode analisis statistik yang dilakukan model analisis
BASECAMPECOPUBMEDBASECAMPECOPUBMED Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan total 180 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitianTeknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan total 180 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian
UNIGHAUNIGHA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas fisik dan kimia silase jerami padi dengan penambahan daun kelor. Dengan perlakuan penambahan daunPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas fisik dan kimia silase jerami padi dengan penambahan daun kelor. Dengan perlakuan penambahan daun
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK Metode analisis dari penelitian ini adalah menggunakan metode analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial KursMetode analisis dari penelitian ini adalah menggunakan metode analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Kurs
Useful /
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Dislokasi pasca operasi patah tulang pinggul menyebabkan perburukan kualitas hidup lansia. Program pencegahan dislokasi pasca operasi patah tulang pinggulDislokasi pasca operasi patah tulang pinggul menyebabkan perburukan kualitas hidup lansia. Program pencegahan dislokasi pasca operasi patah tulang pinggul
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Metode konservasi air ini semakin populer di daerah dengan kelangkaan air atau sistem pasokan air yang tidak dapat diandalkan. Prosesnya melibatkan pengumpulanMetode konservasi air ini semakin populer di daerah dengan kelangkaan air atau sistem pasokan air yang tidak dapat diandalkan. Prosesnya melibatkan pengumpulan
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Dengan menggunakan economizer dalam proses pemanasan PLTU atau PLTGU diperkirakan dapat mengurangi pemakaian bahan bakar sebesar 1% setiap kali meningkatnyaDengan menggunakan economizer dalam proses pemanasan PLTU atau PLTGU diperkirakan dapat mengurangi pemakaian bahan bakar sebesar 1% setiap kali meningkatnya
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK (5) Struktur Modal berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan. (6) Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan.(5) Struktur Modal berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan. (6) Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan.