CCRJOURNALCCRJOURNAL

Pelita PerkebunanPelita Perkebunan

Kopi bubuk adalah salah satu produk hilir kopi yang bernilai tambah tinggi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan pengolah kopi. Namun, ada kekhawatiran tentang dampak lingkungan yang semakin meningkat dari proses hilir ke kopi bubuk, sehingga perlu dievaluasi dampaknya dari aspek lingkungan dan ekonomi. Usaha pengolahan kopi Robusta Argopuro di Kabupaten Jember berusaha dikembangkan menuju produk hilir untuk meningkatkan pendapatan petani kopi. Tentu saja dampak negatif terhadap lingkungan harus dipertimbangkan. Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk menentukan dampak lingkungan yang terjadi dalam proses produksi kopi Robusta bubuk; kedua, untuk menentukan tingkat eko-efisiensi proses produksi kopi Robusta bubuk; dan ketiga, mengetahui bagaimana membandingkan dampak lingkungan dan tingkat eko-efisiensi pada berbagai skala produksi kopi bubuk. Metode yang digunakan adalah Life Cycle Assessment (LCA) dengan lingkup dari perawatan tanaman kopi hingga pengiriman produk kopi ke konsumen. Dampak yang diukur adalah untuk setiap satu hektar panen. Sampel penelitian adalah unit pengolahan kopi Robusta Argopuro yang memproduksi kopi hijau dan kopi bubuk. Semakin tinggi skala produksi kopi bubuk, semakin tinggi emisi setara CO2 (eq). Namun, nilai tambahnya juga semakin tinggi. Perhitungan eko-efisiensi menunjukkan bahwa jika panen kopi (6 ton kopi segar ha-1) diubah seluruhnya menjadi kopi bubuk, akan menghasilkan emisi 1086 kg CO2 eq dan keuntungan USD 11.300 dengan nilai indeks eko-efisiensi 97,37% dan termasuk dalam kategori terjangkau dan berkelanjutan. Nilai ini tidak berbeda jika skala konversi kopi bubuk adalah 15% seperti kondisi saat ini atau 50%. Hal ini menunjukkan bahwa konversi kopi bubuk hingga skala maksimum dalam usaha pengolahan kopi Robusta masih dianggap berkelanjutan secara lingkungan.

Penilaian dampak lingkungan dalam penelitian ini hanya menghitung dampak lingkungan yang disebabkan oleh emisi dengan menggunakan sumber energi seperti bahan bakar (LPG, biodiesel, dan bensin) dan listrik.Tidak mengukur dampak lingkungan yang disebabkan oleh pupuk dan limbah cair.Hasil analisis dampak lingkungan menunjukkan bahwa kategori dampak perubahan iklim memiliki nilai tertinggi di antara kategori lainnya.Pada semua tingkat produksi kopi bubuk, masih aman bagi lingkungan.Dapat dilihat bahwa hasil analisis masih di bawah standar emisi yang dikeluarkan pemerintah untuk industri kopi instan, sehingga dorongan hilir biji kopi menjadi kopi bubuk dapat dilakukan secara optimal.Penelitian ini dapat didalami lebih lanjut dengan memasukkan output emisi dari proses penambahan pupuk, limbah cair, dan limbah padat sehingga gambaran nilai eko-efisiensi yang lebih akurat diperoleh.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: . . 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan memasukkan emisi dari proses penambahan pupuk, limbah cair, dan limbah padat untuk memperoleh gambaran eko-efisiensi yang lebih akurat.. . 2. Melakukan analisis komparatif antara berbagai metode pengolahan kopi bubuk, seperti metode basah, kering, dan semi-basah, untuk menentukan metode mana yang memiliki dampak lingkungan terendah dan eko-efisiensi tertinggi.. . 3. Menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari peningkatan produksi kopi bubuk, termasuk dampak pada pendapatan petani dan keberlanjutan usaha pengolahan kopi. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana peningkatan produksi kopi bubuk dapat berdampak pada kesejahteraan petani dan keberlanjutan industri kopi secara keseluruhan.

Read online
File size283.62 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test