PDGIPDGI

Journal of Indonesian Dental AssociationJournal of Indonesian Dental Association

Stabilitas warna adalah aspek penting dalam jangka waktu dan estetika prostetik gigi. Memahami bagaimana bahan-bahan berbeda bereaksi terhadap praktik kebersihan mulut umum, seperti larutan kumur klorheksidin, sangat penting untuk pengambilan keputusan klinis yang terinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan berharga tentang efek potensial klorheksidin glukonat terhadap stabilitas warna bahan resin prostetik, yang berkontribusi pada pemahaman menyeluruh tentang kinerja mereka dalam prognosa perawatan mulut yang sebenarnya. Tujuan: Tujuan dari studi in vitro ini adalah untuk mengevaluasi efek larutan kumur pada stabilitas warna dua sistem komposit resin yang diproses di laboratorium, yaitu bahan CAD-CAM nanokeramik dan bahan resin cetak 3D. Metode: Empat puluh delapan spesimen disiapkan dari dua sistem komposit tidak langsung (SR Adoro, Ivoclar Vivadent dan Tescera ATL, Bisco); sebuah resin nanokeramik (Lava Ultimate, 3M ESPE) dan sebuah bahan mahkota permanen cetak 3D (Permanent Crown, Formlabs). Permukaan digiling menggunakan kertas gilingan karbida (Grids 600, 800, 1000) diikuti oleh pengampasan Al2O3 50µm. Kemudian pasta pengilangan universal diterapkan pada permukaan. Warna sebelum dan setelah rendam diukur sesuai dengan Sistem Comission Internationale de LEclairage (CIED2000) dan nilai ΔL, Δa, Δb, dan ΔE dihitung. Semua spesimen direndam dalam larutan kumur selama 24 jam. Perubahan warna (ΔE00) dinilai sebelum dan setelah rendam dengan spektrofotometer digital (Vita Easyshade, Vita). Data dianalisis dengan uji ANOVA satu arah dan uji Shapiro-Wilk normalitas dilakukan. Hasil: Setelah melakukan uji ANOVA satu arah, ditemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara nilai rata-rata ΔE00 dalam kelompok uji (p=0,105). Larutan kumur klorheksidin glukonat tidak mempengaruhi perubahan warna bahan resin yang diproduksi dengan metode yang berbeda. Kesimpulan: Dalam batasan studi ini, stabilitas warna bahan resin yang diuji dalam larutan kumur klorheksidin glukonat tidak terpengaruh.

Hasil studi in vitro ini menunjukkan bahwa bahan restoratif mikrostruktur dari berbagai bahan resin permanen klorheksidin glukonat larutan kumur tidak menunjukkan perubahan warna yang secara visual dapat dideteksi.Dapat disimpulkan bahwa paparan jangka pendek bahan restoratif terhadap larutan kumur mungkin tidak memengaruhi penampilan mereka.Hasil ini menunjukkan bahwa jenis larutan kumur ini aman untuk digunakan dengan bahan yang diuji.Namun, penting untuk mempertimbangkan potensi perubahan warna saat memilih dan mencocokkan warna bahan restoratif estetika sebelum digunakan dalam kasus klinis.Selain itu, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki efek periode rendam yang lebih lama, agar dapat memahami secara lebih rinci tentang perubahan warna.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang larutan kumur klorheksidin glukonat pada stabilitas warna bahan resin permanen. Selain itu, studi komparatif antara berbagai merek dan jenis larutan kumur dapat dilakukan untuk menentukan formulasi yang paling efektif dalam menjaga stabilitas warna bahan restoratif. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki interaksi antara bahan resin dan larutan kumur, serta pengaruhnya pada sifat mekanik dan biokompatibilitas bahan restoratif.

  1. The effect of chlorhexidine gluconate mouthrinse on the color stability of different permanent prosthetic... jurnal.pdgi.or.id/index.php/jida/article/view/1089The effect of chlorhexidine gluconate mouthrinse on the color stability of different permanent prosthetic jurnal pdgi index php jida article view 1089
Read online
File size790.23 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test