PDGIPDGI

Journal of Indonesian Dental AssociationJournal of Indonesian Dental Association

Perubahan warna gigi merupakan masalah estetika yang sangat mempengaruhi penampilan. Penggunaan bahan kimia untuk mengatasi perubahan warna gigi membutuhkan biaya yang tinggi dan dapat menimbulkan hipersensitivitas gigi. Kulit jeruk manis dan kulit jeruk keprok mengandung asam organik dan d-limonen yang berpotensi menjadi bahan pemutih alternatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman jus kulit jeruk manis (Citrus sinensis (L.) Osbeck) dan jus kulit jeruk keprok (Citrus reticulata Blanco) terhadap pemutihan warna gigi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman gigi dalam jus kulit jeruk manis dan jus kulit jeruk keprok, maka semakin besar efek pemutihan warna gigi.Perbedaan warna yang terjadi pada sampel di tiga kelompok setelah 1 jam, 3 jam, dan 5 jam perendaman bervariasi, diduga disebabkan oleh perbedaan usia gigi.Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pengamatan warna gigi antara perendaman jus kulit jeruk manis dan jus kulit jeruk keprok pada waktu perendaman 1 jam, 3 jam, dan 5 jam.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek waktu perendaman yang lebih lama, misalnya 10 jam atau 24 jam, pada pemutihan gigi menggunakan jus kulit jeruk manis dan jus kulit jeruk keprok. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi bahan alami lainnya sebagai alternatif pemutih gigi yang aman dan efektif. Studi komparatif antara bahan kimia dan bahan alami dalam prosedur pemutihan gigi juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pemutihan gigi yang lebih aman dan terjangkau.

Read online
File size505.54 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test