IPBIPB

Journal of Tropical SilvicultureJournal of Tropical Silviculture

Hutan Lindung Gambut (HLG) Sungai Buluh merupakan kawasan lindung gambut di Jambi yang masih alami dan bercirikan tingkat kerapatan vegetasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menduga kerapatan vegetasi dengan menggunakan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), menaksir biomassa dan stok karbon beserta tingkat bahaya kebakaran, dan menganalisis hubungan antara NDVI, keanekaragaman vegetasi, dan cadangan karbon di HLG Sungai Buluh. Dalam penelitian ini kami melakukan pendugaan karbon menggunakan uji allometrik untuk tegakan tingkat tiang dan pohon dan uji destruktif untuk semai dan tumbuhan bawah. Hasil penelitian menunjukkan NDVI dikategorikan menjadi tiga kelas, yaitu kelas 1 (-0,015 – 0,369), kelas 2 (0,369 – 0,438), dan kelas 3 (0,438 – 0,633). Famili yang paling banyak ditemukan adalah Lauraceae, Dipterocarpaceae, dan Myrtaceae. Rata-rata biomassa seluruh kelas 191ton/ha dan rata rata stok karbon seluruh kelas 89,90 ton C/ha. Stok karbon berkorelasi kuat dengan LBDS (r = 98,2%). Nilai NDVI berkorelasi kuat dengan jumlah spesies.

Terdapat 3 kelas kerapatan vegetasi berdasarkan analisis NDVI, yaitu kelas 1 dengan nilai -0,015 – 0,369, kelas 2 dengan nilai 0,369 – 0,438, dan kelas 3 dengan nilai 0,438 – 0,633.Terdapat 87 jenis tumbuhan yang berasal dari 36 famili dengan famili yang paling banyak ditemukan adalah Lauraceae, Dipterocarpaceae, dan Myrtaceae.Struktur horizontal vegetasi pada kelas 2 dan 3 membentuk kurva huruf “J terbalik.Rata-rata biomassa dan cadangan karbon yang diperoleh masing-masing sebesar 191,26 ton/ha dan 89,90 ton C/ha.Konsentrasi karbon memiliki korelasi tertinggi dengan LBDS (r = 98,2%).Nilai NDVI memiliki korelasi tertinggi dengan jumlah jenis.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang simpanan karbon di wilayah HLG Sungai Buluh lainnya, mengingat informasi yang terbatas saat ini. Selain itu, penelitian tentang pengkayaan jenis kelas 1 dengan spesies endemik gambut juga dapat dilakukan, mengingat tidak adanya regenerasi pada kelas tersebut. Perbaikan tata kelola air juga perlu dipertimbangkan untuk menjaga stabilitas tata air lahan gambut tetap basah. Dengan demikian, HLG Sungai Buluh dapat terus berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui pendekatan spasial.

Read online
File size448.99 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test