STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU

Jurnal ADMINISTRATORJurnal ADMINISTRATOR

Reengineering adalah proses radikal untuk merancang ulang proses bisnis yang ada dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja, kualitas, dan efisiensi. Reengineering dapat membantu perusahaan manufaktur untuk beradaptasi dengan tantangan dan peluang di era industri 4.0, yaitu era digitalisasi, otomatisasi, dan integrasi sistem. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi reengineering perusahaan manufaktur di era industri 4.0 dengan fokus pada penerapan teknologi informasi dan inovasi.

Reengineering perusahaan manufaktur di era industri 4.0 adalah proses radikal untuk merancang ulang proses bisnis yang ada dengan tujuan meningkatkan kinerja, kualitas, dan efisiensi.Reengineering melibatkan beberapa langkah, seperti mengidentifikasi dan memahami proses bisnis dan kebutuhan pelanggan, menentukan visi dan misi, merancang ulang proses dengan teknologi informasi dan inovasi, mengimplementasikan proses baru, dan mengevaluasi kinerja dan dampak.Reengineering dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dan pelanggan, seperti peningkatan daya saing, produktivitas, kualitas, inovasi, kepuasan, dan tanggung jawab sosial.Namun, reengineering juga memiliki tantangan, seperti kurangnya visi dan dukungan manajemen, keterlibatan karyawan, komunikasi, dan sumber daya.Oleh karena itu, perusahaan manufaktur di era industri 4.0 membutuhkan faktor kritis keberhasilan, seperti visi yang jelas, komitmen manajemen, keterlibatan karyawan, koordinasi, dan manajemen perubahan yang efektif.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana perusahaan manufaktur dapat mengidentifikasi dan memahami kebutuhan pelanggan secara lebih efektif di era industri 4.0, terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi dan analitik. Kedua, bagaimana perusahaan manufaktur dapat merancang ulang proses bisnis dengan inovasi teknologi yang sesuai dengan karakteristik industri 4.0, seperti internet of things, big data, dan artificial intelligence. Ketiga, bagaimana perusahaan manufaktur dapat mengimplementasikan proses bisnis baru dengan melibatkan semua pemangku kepentingan secara kolaboratif dan efisien, serta mengatasi tantangan resistensi dan konflik. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang strategi reengineering yang efektif dan berkelanjutan di era industri 4.0.

  1. 0. web page protected decrypted jurnal.ummi.ac.id/index.php/JSU/article/view/22710 web page protected decrypted jurnal ummi ac index php JSU article view 2271
  2. OSF. osf doi.org/10.31219/osf.io/pceydOSF osf doi 10 31219 osf io pceyd
  3. Penerapan Enterprise Architecture Pada Perusahaan Manufaktur Baja di Era Industri 4.0 | JATISI. penerapan... doi.org/10.35957/jatisi.v9i3.2000Penerapan Enterprise Architecture Pada Perusahaan Manufaktur Baja di Era Industri 4 0 JATISI penerapan doi 10 35957 jatisi v9i3 2000
  4. Penerapan Quick Respon Code (Qr Code) Sebagai Alat Verifikasi Data Untuk Mencegah Kecurangan Pada Pembuatan... doi.org/10.47233/jteksis.v5i4.1049Penerapan Quick Respon Code Qr Code Sebagai Alat Verifikasi Data Untuk Mencegah Kecurangan Pada Pembuatan doi 10 47233 jteksis v5i4 1049
Read online
File size368.5 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test