IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial IndonesiaJIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia

Keterampilan sosial mencakup kemampuan untuk membina hubungan yang positif, menyelesaikan konflik hasil dari interaksi sosial dengan lingkungan, dan beradaptasi dengan norma yang berlaku. Penguasaan keterampilan ini dapat membantu anak-anak menjadi lebih berani dalam menyampaikan pendapat, mengajukan diri, serta mengungkapkan perasaan mereka. Guru IPS berupaya meningkatkan keterampilan sosial peserta didik dengan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai, seperti melibatkan diskusi dalam menangani permasalahan yang muncul, mengajak peserta didik untuk berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti, dan tindakan lainnya. Dalam upaya meningkatkan keterampilan sosial, guru dapat menggunakan model pembelajaran inkuiri dan kooperatif. Model pembelajaran inkuiri mengedepankan proses berpikir sistematis, kritis, dan analitis, sementara pembelajaran kooperatif melibatkan pengelompokan atau kerja tim. Melalui diskusi yang mengarah pada penyelesaian masalah, siswa dapat mengatasi permasalahan hidup mereka dan mengembangkan kemampuan mencari solusi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif karena fenomena yang diamati tidak dapat diukur dalam bentuk angka, sehingga penelitian lebih fokus pada deskripsi mendalam fenomena sekitar.

Keterampilan sosial merupakan kapasitas untuk membina hubungan yang positif, menyelesaikan konflik yang muncul dari interaksi sosial dengan lingkungan, dan dapat menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku.Kemampuan keterampilan sosial membimbing anak-anak untuk lebih berani menyuarakan pendapat, mengajukan diri, dan mengungkapkan perasaan dengan lebih berani.Keterampilan sosial berfungsi sebagai alat untuk menerima umpan balik yang positif selama berinteraksi dengan orang lain.Upaya yang perlu dilakukan oleh guru IPS dalam meningkatkan atau mengembangkan keterampilan sosial pada peserta didik melibatkan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai, serta melibatkan diskusi untuk menyelesaikan masalah atau konflik, mengajak peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti, dan tindakan lainnya.Dalam konteks peningkatan keterampilan sosial, guru dapat memanfaatkan model pembelajaran inkuiri dan kooperatif.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis dampak penggunaan model pembelajaran inkuiri dan kooperatif secara lebih mendalam, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat keterlibatan siswa, kualitas diskusi, dan perkembangan keterampilan sosial secara keseluruhan. 2. Meneliti efektivitas strategi pembelajaran yang melibatkan kerja bakti dalam mengembangkan keterampilan sosial, serta mengukur dampak jangka panjangnya terhadap perilaku dan sikap siswa. 3. Mengembangkan model pembelajaran inovatif yang menggabungkan aspek-aspek dari model inkuiri dan kooperatif, dengan tujuan meningkatkan keterampilan sosial dan kemampuan berpikir kritis siswa secara simultan.

Read online
File size747.5 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test