UNIKUUNIKU

Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaFon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan bentuk-bentuk pertarungan simbolik aspek eufemisasi dan aspek sensorisasi dalam slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Fokus penelitian ini yaitu slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat yang memuat slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Sumber data dalam penelitian ini adalah media cetak berupa spanduk, banner, baliho dan stiker kampanye kandidat pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Teori yang digunakan sebagai acuan untuk menganalisis bentuk pertarungan simbolik adalah teori analisis wacana kritis Pierre Bourdieu. Hasil dalam penelitian ini ditemukan 14 bentuk pertarungan simbolik dalam slogan pilkada Sulawesi Selatan Tahun 2020. Pertarungan simbolik aspek eufemisasi yang ditemukan terdiri atas bentuk perubahan, kebangkitan, keren, harapan, lanjutkan, kebersamaan, persatuan, kesejahteraan, kebaruan, identitas, dan merakyat. Pertarungan simbolik yang menggunakan aspek sensorisasi terdiri atas bentuk sindiran, kejujuran dan kesantunan.

Hasil dalam penelitian ini ditemukan bentuk pertarungan simbolik dalam slogan pilkada Sulawesi-Selatan Tahun 2020.Bentuk pertarungan simbolik aspek eufemisasi dalam slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020 terdiri atas bentuk perubahan, kebangkitan, keren, harapan, lanjutkan, kesediaan, kebersamaan, persatuan, kesejahteraan, kebaruan, identitas sosial, dan merakyat.Bentuk pertarungan simbolik aspek sensorisasi dalam slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020 terdiri atas bentuk sindiran, kesantunan, dan kejujuran.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa bentuk pertarungan simbolik pada aspek eufemisasi yang tidak disebutkan oleh Pierre Bourdieu dalam teorinya. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk eufemisasi dan sensorisasi yang muncul dalam slogan pilkada di daerah-daerah lain di Indonesia, serta bagaimana pengaruhnya terhadap pemilih. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana bahasa dan ideologi digunakan dalam pertarungan simbolik untuk memengaruhi opini publik dan keputusan pemilih. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana habitus, modal, dan arena mempengaruhi penggunaan bahasa dan strategi komunikasi dalam kampanye politik, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi hasil pemilihan kepala daerah.

Read online
File size315.08 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test