STAIDDIMAKASSARSTAIDDIMAKASSAR

Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi IslamAl-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam

Historiografi Islam klasik pada umumnya berkembang melalui tradisi periwayatan yang menekankan aspek transmisi berita dan penyusunan kronologi peristiwa sejarah. Meskipun memiliki kontribusi besar dalam pelestarian sejarah Islam, pendekatan tersebut sering kali belum disertai analisis kritis terhadap faktor-faktor sosial, ekonomi, politik, dan geografis yang melatarbelakangi suatu peristiwa sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembaruan historiografi yang ditawarkan Ibnu Khaldun melalui Muqaddimah serta menelaah relevansi pemikirannya terhadap perkembangan historiografi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis terhadap sumber primer dan berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan historiografi Ibnu Khaldun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun melakukan transformasi penting dalam historiografi Islam dengan menempatkan sejarah sebagai disiplin ilmu yang harus dianalisis secara kritis melalui verifikasi sumber, pengujian rasional, dan analisis hubungan sebab-akibat. Selain itu, konsep asabiyyah dan umran yang dikembangkannya tidak hanya berfungsi sebagai teori sosial, tetapi juga sebagai instrumen metodologis dalam menjelaskan dinamika perubahan masyarakat dan perkembangan peradaban. Penelitian ini juga menemukan adanya kesesuaian metodologis antara pemikiran historiografi Ibnu Khaldun dan historiografi modern, khususnya dalam aspek kritik sumber, sejarah sosial, dan pendekatan multidisipliner. Oleh karena itu, pemikiran Ibnu Khaldun dapat dipahami sebagai salah satu fondasi penting dalam perkembangan historiografi kritis dan sejarah sosial modern.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pembaruan historiografi yang dilakukan Ibnu Khaldun melalui Muqaddimah memposisikan sejarah sebagai disiplin ilmu yang dianalisis secara kritis melalui verifikasi sumber, pengujian rasional, dan penelusuran sebab-akibat.Konsep asabiyyah dan umran berfungsi sebagai instrumen metodologis, memungkinkan هنا تفسير lahir, berkembang, dan runtuhnya kekuasaan melalui dinamika solidaritas sosial dan जैतकाल ekonomi, politik, serta geografis.Keserasian metodologis antara pemikiran Ibnu Khaldun dan prinsip-prinsip historiografi modern terutama dalam kritik sumber, sejarah sosial, dan multidisipliner menegaskan relevansi keduanya.

Berbagai studi lanjutan dapat difokuskan pada pemanfaatan teori umran Ibn Khaldun dalam konteks transformasi sosial ekonomi Indonesia, dengan meneliti hubungan antara variabel sosial‑ekonomi, politik, dan geografis terhadap dinamika sejarah kontemporer. Penelitian komparatif dapat dilakukan antara metode kritikan sumber Ibn Khaldun dan teknik historiografi digital modern, untuk mengevaluasi potensi big data dalam verifikasi dan analisis sebab‑akibat sejarah. Selain itu, dapat diteliti relevansi konsep asabiyyah dalam mengukur solidaritas sosial dan stabilitas politik di negara‑negara berdaulat di Asia Tenggara темы, guna menilai kontribusi teori tersebut dalam prediksi perubahan kebijakan publik.

  1. DOI Name 10.55623 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 40z crossref email support... doi.org/10.55623DOI Name 10 55623 Values doi name values index type timestamp data hs serv 40z crossref email support doi 10 55623
  2. Vol. 3 No. 2 (2022): Education and Islamic Studies (Juni-Desember) | Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan... doi.org/10.55623/au.v3i2Vol 3 No 2 2022 Education and Islamic Studies Juni Desember Al Ubudiyah Jurnal Pendidikan dan doi 10 55623 au v3i2
  3. Ibn Khaldun's Evaluation of Historical Narratives in his Muqaddimah and Comparison with the Method... doi.org/10.32711/tiad.1586071Ibn Khalduns Evaluation of Historical Narratives in his Muqaddimah and Comparison with the Method doi 10 32711 tiad 1586071
Read online
File size331.6 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test