FKPTFKPT

Bulletin of Information Technology (BIT)Bulletin of Information Technology (BIT)

Penilaian kinerja karyawan merupakan aspek penting dalam manajemen organisasi publik, termasuk di lembaga penyiaran publik TVRI Stasiun Kalimantan Timur. Hingga saat ini, indikator kehadiran yang diperoleh dari Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) sering digunakan sebagai tolok ukur utama, karena data tersebut tersedia secara objektif dan terstruktur. Namun, pendekatan tunggal yang berbasis kehadiran berisiko mengabaikan aspek-aspek substansial dari pencapaian kerja. Oleh karena itu, penelitian ini menggabungkan data kehadiran dengan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) untuk membangun label kinerja yang lebih representatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan klasifikasi menggunakan algoritma Naïve Bayes (GaussianNB). Dataset penelitian terdiri dari catatan kehadiran (kehadiran normal, cuti, tugas resmi, tugas belajar, meninggalkan kantor, tidak masuk, dan total hari kerja) serta skor SKP yang dikuantisasi. Label kinerja dihasilkan menggunakan skor komposit (0,30 x persentase kehadiran 0,70 x SKP yang dinormalisasi), yang kemudian dikategorikan menjadi tiga kelas: Excellent, Good, dan Needs Improvement. Model dilatih menggunakan data SIMPEG dan SKP yang telah melalui pra-pemrosesan, partisi data, dan seimbang kelas. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model mencapai akurasi sebesar 0,83, dengan presisi 0,86, recall 0,84, dan F1-score 0,83 pada data uji. Hasil ini menunjukkan bahwa model dapat mengenali pola kinerja karyawan secara konsisten di seluruh kategori. Secara praktis, penelitian ini menawarkan kerangka prediktif yang sederhana, efisien, dan mudah diterapkan untuk mendukung proses coaching, monitoring, dan alokasi penghargaan yang lebih objektif di TVRI Stasiun Kalimantan Timur.

Penelitian ini menunjukkan bahwa prediksi kinerja karyawan menjadi lebih akurat ketika menggabungkan informasi kehadiran (SIMPEG) dengan pencapaian SKP, daripada mengandalkan satu indikator saja.Dengan menggunakan skor komposit (0,30 x persentase kehadiran 0,70 x SKP yang dinormalisasi) dan skema tiga kelas (Excellent, Good, Needs Improvement), model Gaussian Naïve Bayes yang diusulkan mencapai akurasi sebesar 0,83 pada dataset uji.Metrik rata-rata makro menghasilkan presisi = 0,86, recall = 0,84, dan F1-score = 0,83, yang menunjukkan kinerja yang seimbang di seluruh kategori.Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi TVRI Stasiun Kalimantan Timur.Presisi yang tinggi menunjukkan prediksi yang dapat dipercaya.recall yang stabil memastikan bahwa sebagian besar karyawan di setiap kategori diidentifikasi dengan benar.dan F1-score yang konsisten mencerminkan keseimbangan yang baik antara presisi dan recall.Akibatnya, model dapat berfungsi sebagai alat pendukung keputusan yang ringan, transparan, dan siap digunakan oleh manajemen.Untuk pekerjaan masa depan, kami merekomendasikan pengayaan fitur SKP (misalnya, indikator kualitas, ketepatan waktu, atau kesenjangan antara target dan realisasi) dan penerapan k-fold cross-validation untuk menstabilkan estimasi kinerja pada dataset yang relatif kecil.Langkah-langkah ini dapat meningkatkan recall kelas minoritas tanpa mengorbankan presisi.Secara keseluruhan, penelitian ini menyumbangkan pendekatan praktis untuk memperkuat tata kelola berbasis data melalui integrasi SIMPEG dan SKP, dan menunjukkan bahwa evaluasi rata-rata makro menawarkan dasar yang adil dan seimbang untuk pengambilan keputusan manajerial.

Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah beberapa saran untuk penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan model yang lebih canggih: Meskipun model Naïve Bayes telah menunjukkan kinerja yang baik, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi algoritma yang lebih kompleks seperti jaringan saraf atau metode pembelajaran dalam untuk meningkatkan akurasi prediksi kinerja karyawan. Model-model ini dapat memanfaatkan fitur-fitur tambahan yang terkait dengan kualitas kerja, ketepatan waktu, dan kesenjangan antara target dan realisasi.. . 2. Mengintegrasikan data dari sumber lain: Penelitian ini berfokus pada data SIMPEG dan SKP. Untuk meningkatkan akurasi dan komprehensivitas model, penelitian lanjutan dapat mempertimbangkan integrasi data dari sumber lain seperti sistem manajemen proyek, sistem pelacakan tugas, atau sistem penilaian kinerja yang lebih rinci. Data tambahan ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang kinerja karyawan dan membantu model dalam membuat prediksi yang lebih akurat.. . 3. Menerapkan teknik pengayaan data: Penelitian ini telah menunjukkan bahwa kualitas fitur sangat penting untuk kinerja model Naïve Bayes. Untuk meningkatkan kualitas fitur, penelitian lanjutan dapat menerapkan teknik pengayaan data seperti pengolahan bahasa alami (NLP) untuk mengekstrak informasi dari dokumen atau catatan kerja karyawan. Teknik ini dapat membantu model dalam memahami konteks dan makna di balik data, sehingga meningkatkan akurasi prediksi.. . Dengan menggabungkan model yang lebih canggih, data dari sumber yang lebih beragam, dan teknik pengayaan data, penelitian lanjutan dapat meningkatkan akurasi dan relevansi model prediksi kinerja karyawan. Hal ini akan membantu organisasi dalam membuat keputusan yang lebih terinformasi dan efektif terkait pengembangan karyawan, alokasi sumber daya, dan strategi penghargaan.

Read online
File size570.58 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test