POLIPANGKEPPOLIPANGKEP

PROPER : Jurnal Penelitian Pertanian TerapanPROPER : Jurnal Penelitian Pertanian Terapan

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare. (2) mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi giberelin terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare. (3) mengetahui interaksi antara dosis pupuk kandang dan konsentrasi giberelin terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare. Penelitian ini dilakukan Desa Songing, Kecematan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2024. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunkan rancangan factorial dua factor yang disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK). Factor pertama adalah dosis pupuk kandang (A) dan ke dua konsentrasi giberelin (G). terdapat 16 kobinasi perlakuan, Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan sehingga diperole 48 satuan percobaan. Setiap plot terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman sampel. Jadi jumlah keseluruhannya adalah 192 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk kandang 4 kg/plot memberikan pengaruh terbaik pada jumlah daun, kecepatan berbunga, jumlah buah, panjang buah, dan berat buah. Peberian konsentrasi giberelin 60 ml/L air memberikan pengaruh terbaik pada jumlah daun, kecepatan berbunga, jumlah buah, dan panjang buah. Interaksi antara pupuk kandang dan konsentrasi giberelin memberikan pengaruh terbaik pada jumlah buah, Panjang buah, dan berat buah.

Perlakuan dosis pupuk kandang 4 kg/plot memberikan pengaruh terbaik pada jumlah daun, kecepatan berbunga, jumlah buah, panjang buah, dan berat buah.Pemberian konsentrasi giberelin 60 ml/L air memberikan pengaruh terbaik pada jumlah daun, kecepatan berbunga, jumlah buah, panjang buah, dan berat buah.Interaksi antara pupuk kandang dan konsentrasi giberelin memberikan pengaruh terbaik pada jumlah buah, panjang buah, dan berat buah.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi apakah kombinasi pupuk kandang dengan jenis pupuk organik lain, seperti kompos atau biochar, serta konsentrasi giberelin yang berbeda dapat meningkatkan hasil pare secara signifikan pada kondisi curah hujan yang bervariasi; hal ini penting mengingat variasi curah hujan menjadi faktor pembatas pada fase generatif tanaman. Selain itu, diperlukan studi jangka panjang untuk menilai dampak penggunaan dosis optimal pupuk kandang dan giberelin terhadap kesuburan tanah serta produktivitas tanaman pare pada siklus tanam berikutnya, sehingga dapat dipastikan keberlanjutan manfaat agronomis serta mitigasi penurunan unsur hara tanah. Selanjutnya, analisis biaya‑manfaat serta penerimaan petani terhadap praktik aplikasi simultan pupuk kandang dan giberelin pada skala lahan kecil hingga menengah perlu dilakukan, guna mengidentifikasi hambatan ekonomi dan sosial yang mungkin menghalangi adopsi teknologi ini dalam sistem pertanian lokal, serta mengembangkan model rekomendasi penggunaan dosis yang optimal berdasarkan kondisi iklim lokal.

Read online
File size1.15 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test