UNSURUNSUR

AGROSCIENCEAGROSCIENCE

Pulau Bangka merupakan salah satu sentra utama pertambangan timah di Indonesia yang aktivitasnya telah meninggalkan lahan bekas tambang yang luas dengan tingkat degradasi tinggi. Tanah pada lahan bekas tambang timah umumnya kehilangan lapisan atas (Topsoil), didominasi fraksi pasir kuarsa, miskin bahan organik dan hara, ber-pH masam, serta memiliki kapasitas tukar kation dan kemampuan menahan air yang sangat rendah, sehingga sulit dimanfaatkan secara langsung untuk kegiatan pertanian tanpa upaya rehabilitasi yang terencana. Kajian literatur ini bertujuan mensintesis hasil-hasil penelitian terkait kondisi tanah, strategi teknis rehabilitasi, serta vegetasi dan sistem tanam pada lahan bekas tambang timah di Pulau Bangka sebagai dasar pengembangan pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur deskriptif-analitis terhadap 25 publikasi nasional dan internasional yang relevan, dengan data disintesis ke dalam tiga tema utama: karakteristik tanah, strategi teknis rehabilitasi, serta vegetasi dan sistem tanam adaptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa rehabilitasi memerlukan pendekatan bertahap yang mengintegrasikan perbaikan sifat fisik dan kimia tanah melalui penambahan bahan organik lokal, penataan lahan, dan pengelolaan hara, serta pemanfaatan vegetasi toleran dan sistem tanam adaptif. Sistem tumpangsari legum–tanaman pangan, pengembangan hijauan pakan, dan komoditas bernilai tinggi berpotensi berfungsi ganda sebagai agen rehabilitasi biologis sekaligus sumber produksi. Kajian ini menegaskan pentingnya kerangka rehabilitasi terpadu yang mengombinasikan perbaikan tanah dan desain sistem tanam untuk mendukung pemanfaatan lahan bekas tambang timah secara berkelanjutan di Pulau Bangka dan menjadi dasar penyusunan agenda riset lanjutan.

Lahan bekas tambang timah di Pulau Bangka mengalami degradasi multidimensi yang ditandai oleh dominasi fraksi pasir (>90%), pH masam (4,0–5,2), kandungan C-organik sangat rendah (<1%) dan kapasitas tukar kation kurang dari 5 cmol( )/kg, sehingga hampir tidak mampu mendukung pertumbuhan tanaman tanpa intervensi.Strategi rehabilitasi yang efektif mencakup kombinasi ameliorasi fisik‑kimia (recontouring, aplikasi kompos, biochar, dan dolomit), rekayasa hayati (inokulasi mikoriza arbuskula dan penanaman legum penutup tanah), serta sistem budidaya adaptif seperti tumpangsari legum‑singkong.Vegetasi pionir seperti Cemara Laut dan Akasia efektif pada fase awal rehabilitasi, sementara Porang dan rumput Pakchong berpotensi sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi pada fase lanjutan.

Penelitian lanjutan perlu melakukan studi longitudinal selama lima tahun atau lebih untuk mengevaluasi perubahan jangka panjang pada sifat fisik‑kimia tanah, dinamika logam berat, serta produktivitas tanaman pada lahan bekas tambang timah di Pulau Bangka, sehingga dapat menilai keberlanjutan intervensi rehabilitasi yang diterapkan. Selanjutnya, analisis biaya‑manfaat yang membandingkan kombinasi amandemen organik (kompos, biochar) dan dolomit dengan metode rehabilitasi konvensional diperlukan untuk menentukan efisiensi ekonomi dan kelayakan skala besar dalam konteks pertanian berkelanjutan. Terakhir, penelitian harus mengeksplorasi efektivitas spesies pionir (misalnya Cemara Laut, Akasia) dan tanaman bernilai tinggi (seperti Porang dan rumput Pakchong) dalam proses fitoremediasi logam berat sekaligus menghasilkan produk ekonomi, serta mengidentifikasi konfigurasi penanaman optimal untuk sistem tumpangsari tanaman‑ternak yang terintegrasi.

  1. Technology For Reclaiming Post-Mining Tin Lands Through The Application Of Soil Ameliorant And Plant... journal.ipb.ac.id/index.php/jplp/article/view/54894Technology For Reclaiming Post Mining Tin Lands Through The Application Of Soil Ameliorant And Plant journal ipb ac index php jplp article view 54894
  2.  . 0 mdpi.com/2073-445X/12/5/1107A 0 mdpi 2073 445X 12 5 1107
  3. Tin mining process and its effects on soils in Bangka Belitung Islands Province, Indonesia | Sukarman... jurnal.uns.ac.id/tanah/article/view/37606Tin mining process and its effects on soils in Bangka Belitung Islands Province Indonesia Sukarman jurnal uns ac tanah article view 37606
  4. Utilization of post-tin mining land for porang (Amorphaphillus oncophyllus) cultivation by application... doi.org/10.15243/jdmlm.2023.111.4979Utilization of post tin mining land for porang Amorphaphillus oncophyllus cultivation by application doi 10 15243 jdmlm 2023 111 4979
  5. Society - Universitas Bangka Belitung - Indonesia. restorasi lahan tambang timah pulau bangka society... societyfisipubb.id/index.php/society/article/view/36Society Universitas Bangka Belitung Indonesia restorasi lahan tambang timah pulau bangka society societyfisipubb index php society article view 36
Read online
File size478.87 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test