IISTRIISTR

BSTBST

Daun mengkudu (Morinda citifolia L) adalah tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti saponin. Jenis hama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Erionota thrax L yang terdapat pada tanaman pisang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), konsentasi filtrat daun mengkudu (Morinda citrifolia L) yang digunakan adalah: 20% (P1), 30% (P2), 40% (P3), 50% (P4), 60% (P5), 70% (P6) dan Perlakuan Kontrol (K) menggunakan pestisida yang mengandung senyawa aktif fipronil 0,1 ml. Pengambilan data dilakukan sebanyak empat kali ulangan. Teknik analisis yang digunakan adalah One-Way Anova. Berdasarkan hasil uji onova one way diperoleh probabilitas sebesar 0,407 yang lebih besar dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata ketujuh populasi identik atau sama dengan hasil pada Perlakuan Kontrol (K). Selanjutnya diketahui pula bahwa dosis 60% merupakan dosis yang paling efektif. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penyemprotan filtrat daun mengkudu (Morinda citrifolia L) berpengaruh terhadap mortalitas ulat Erionota thrax L.

Penelitian menunjukkan bahwa filtrat daun mengkudu dengan konsentrasi 60% secara signifikan menghambat dan membunuh ulat penggulung daun pisang (Erionota thrax L).Efektivitas tersebut disebabkan oleh senyawa saponin yang memiliki aktivitas serupa dengan insektisida fipronil, sehingga dapat merusak pertumbuhan, sistem pencernaan, dan pernapasan ulat.Oleh karena itu, konsentrasi 60% filtrat daun mengkudu dapat dijadikan alternatif ramah lingkungan untuk pengendalian hama ini dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi apakah filtrat daun mengkudu efektif melawan hama lain yang menyerang tanaman pisang, seperti nematoda atau kutu putih, dengan merancang percobaan laboratorium dan lapangan yang membandingkan dosis optimal untuk masing‑mahasiswa hama. Selanjutnya, penting untuk menilai dampak lingkungan jangka panjang penggunaan saponin sebagai bioinsektisida, termasuk keberadaan residu di tanah dan air serta pengaruhnya terhadap mikroorganisme non‑target, melalui analisis kimia dan ekologi mikroba selama beberapa musim tanam. Ide berikutnya adalah mengembangkan formulasi inovatif, misalnya nanoemulsi atau kapsul berbasis polimer, yang dapat meningkatkan stabilitas, penyerapan, dan kecepatan aksi filtrat mengkudu di lapangan, sekaligus mengurangi frekuensi aplikasi. Penelitian juga dapat menyelidiki interaksi antara konsentrasi filtrat mengkudu dan faktor agronomi seperti suhu, kelembaban, dan umur larva, untuk menghasilkan model prediktif yang memandu petani dalam penentuan waktu dan dosis aplikasi yang paling efektif. Dengan menjawab pertanyaan‑pertanyaan ini, ilmu pengetahuan akan memperoleh panduan yang lebih komprehensif untuk memanfaatkan filtrat mengkudu sebagai alternatif pengendalian hayati yang berkelanjutan.

  1. Filtrat Daun Mengkudu sebagai Bioinsektisida Ulat Penggulung Daun pada Tanaman Pisang | Bincang Sains... journal.iistr.org/index.php/BST/article/view/357Filtrat Daun Mengkudu sebagai Bioinsektisida Ulat Penggulung Daun pada Tanaman Pisang Bincang Sains journal iistr index php BST article view 357
Read online
File size473.95 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test