UNIGHAUNIGHA

Al Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada MasyarakatAl Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat

Bencana yang melanda suatu wilayah tidak hanya menimbulkan kerugian fisik dan materiil, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis anak-anak, seperti menurunnya semangat belajar dan berkurangnya ruang untuk berkreativitas. Computational thinking merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting dikenalkan sejak dini karena melatih anak berpikir logis, sistematis, dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. Pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar computational thinking dan coding kepada anak-anak usia sekolah dasar di Desa Beureueh II sebagai upaya membangun kembali kreativitas dan semangat belajar pascabencana.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui pengenalan Computational Thinking dan coding dasar merupakan salah satu upaya yang efektif untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir logis, dan keterampilan pemecahan masalah pada siswa Sekolah Dasar di wilayah pascabencana.Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan berbasis praktik menggunakan media pemrograman visual, peserta memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan minat terhadap teknologi dan literasi digital sejak dini.Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan dasar mengenai konsep Computational Thinking dan coding, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang mendukung proses pemulihan semangat belajar anak-anak pascabencana.Kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi dapat diterapkan secara sederhana dan menarik bagi siswa SD sehingga mampu mendorong mereka untuk berpikir kreatif, sistematis, dan inovatif.

Berdasarkan hasil pengabdian ini, kami merekomendasikan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pengenalan computational thinking dan coding dasar pada anak pascabencana. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana kegiatan ini mempengaruhi perkembangan kognitif, kreativitas, dan minat anak terhadap teknologi dalam jangka waktu yang lebih lama. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan metode pengajaran computational thinking yang lebih inovatif dan menarik, terutama bagi anak-anak di daerah pascabencana dengan akses terbatas terhadap sumber daya teknologi. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan unplugged coding dalam mengenalkan konsep algoritma secara sederhana kepada anak-anak, dan bagaimana hal ini dapat diterapkan di berbagai lingkungan belajar.

Read online
File size298.08 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test