UNIGHAUNIGHA

Al Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada MasyarakatAl Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat

Ankle sprain merupakan jenis cedera muskuloskeletal yang paling sering dijumpai. Cedera adalah kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Ankle sprain biasa terjadi karena gerakan yang berlebihan (overstretching dan hypermobility) atau trauma yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga menyebabkan struktur ligamen teregang melampaui kemampuan normal dan terjadi robekan, baik sebagian maupun total. Cedera pergelangan kaki yang paling sering terjadi adalah keseleo pergelangan kaki dan patah tulang pergelangan kaki dari seluruh kasus cedera akibat berolahraga merupakan ankle sprain. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengendalikan angka kejadian ankle sprain yang bisa diterapkan oleh komunitas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para Atlet Tapak Suci terkait ankle sprain. Kegiatan yang dipilih untuk menyampaikan edukasi adalah penyuluhan yang dikemas dengan metode ceramah dengan menggunakan leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang penyakit ankle sprain baik sebelum maupun sesudah proses penyampaian materi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan edukasi dan penyuluhan dapat diambil kesimpulan bahwa penyuluhan ankle sprain memiliki dampak baik dalam membantu meningkatkan pengetahuan anggota komunitas Tapak Suci terkait ankle sprain.

Berdasarkan seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi dan penanganan ankle sprain ini berjalan lancar memiliki dampak yang baik dalam membantu meningkatkan pengetahuan anggota komunitas Tapak Suci terkait ankle sprain.Kendala yang kami alami oleh penulis dalam melaksanakan kegiatan ini yaitu kegiatan ini dilakukan setelah kegiatan perkuliahan menjadikan kegiatan ini tidak terlalu banyak partisipan yang mengikut.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas penggunaan media digital interaktif, seperti aplikasi ponsel, dibandingkan dengan leaflet tradisional dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan ankle sprain pada atlet komunitas; selanjutnya, dapat dilakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program edukasi ini terhadap angka kejadian ankle sprain dan tingkat kepatuhan latihan pencegahan selama minimal enam bulan setelah intervensi; terakhir, diperlukan penelitian yang meneliti faktor-faktor psikologis, seperti motivasi dan persepsi risiko, yang mempengaruhi partisipasi atlet dalam program edukasi ankle sprain, sehingga strategi komunikasi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan keterlibatan dan kepatuhan.

  1. Edukasi dan Penanganan Ankle Sprain pada Komunitas Atlet Tapak Suci di Universitas Muhammadiyah Surakarta... doi.org/10.47647/alghafur.v2i2.1906Edukasi dan Penanganan Ankle Sprain pada Komunitas Atlet Tapak Suci di Universitas Muhammadiyah Surakarta doi 10 47647 alghafur v2i2 1906
Read online
File size542.07 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test