UGUG

Journal of Language and LiteratureJournal of Language and Literature

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nama-nama warna dalam Bahasa Sikka, menganalisis konotasi yang terkait dengan warna-warna tersebut, dan menyelidiki fungsi warna-warna tersebut dalam masyarakat Sikka. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penggalian data dengan penutur asli di Desa Wolomotong. Analisis data menggunakan teori Natural Semantic Metalanguage (NSM) untuk mengungkap makna semantik dan budaya dari istilah-istilah warna. Temuan menunjukkan bahwa Bahasa Sikka mengkategorikan warna ke dalam tiga kelompok: warna dasar, seperti merah (merak/meran), putih (bura), dan hitam (mitan); warna turunan, seperti kuning (heret), hijau (daa), biru (daan wair) dan coklat (meran); dan warna modern atau warna pinjaman, seperti ungu (langor), merah muda (meran nurak), jingga (heret duan) dan coklat (meran). Warna dalam Bahasa Sikka memiliki makna konotatif yang mendalam yang terkait dengan konteks budaya dan sosial, termasuk asosiasi simbolis dengan keindahan, keberanian, kemurnian, dan kemakmuran. Selain itu, warna memiliki fungsi penting sebagai penanda identitas sosial, komponen integral dari ritual tradisional, dan media untuk menyampaikan nilai-nilai budaya. Penelitian ini berkontribusi pada bidang semantik dengan menawarkan wawasan tentang interaksi antara bahasa, budaya, dan kognisi. Selain itu, penelitian ini juga mendukung pelestarian dan promosi bahasa lokal dan warisan budaya.

The Connotative Meaning of Colours in Sikka Language through the Lens of Natural Semantic Metalanguage (NSM).The application of Natural Semantic Metalanguage (NSM) offers a powerful framework for understanding the connotative meaning of colors in Sikka Language, which goes beyond simple denotation to explore the complex relationship between language, culture, and thought.This study, by analyzing color terms and their associated symbolism, particularly in the context of ikat weaving, reveals how color serves as a powerful cultural signifier, embodying deep social values, emotions, and identity in Sikka society.The strength of the NSM lies in its ability to dissect complex meanings into universal semantic primes, allowing cross-cultural comparisons while respecting the unique nuances of each language and culture.The study highlights how the meaning of colors is highly dependent on the cultural context in which they are used, and how each society develops their color system based on their experiences, values, and interactions with the world around them.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: . . 1. Melakukan studi komparatif antara Bahasa Sikka dengan bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia, khususnya dalam hal penamaan dan konotasi warna. Studi ini dapat membantu memahami perbedaan dan kesamaan dalam penggunaan warna sebagai simbol budaya di berbagai daerah di Indonesia.. . 2. Menganalisis lebih dalam tentang peran warna dalam ritual dan upacara tradisional masyarakat Sikka. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana warna digunakan sebagai media komunikasi dan ekspresi budaya dalam konteks ritual, serta bagaimana warna tersebut mempengaruhi persepsi dan pengalaman spiritual masyarakat Sikka.. . 3. Mengkaji lebih lanjut tentang pengaruh globalisasi dan budaya pop terhadap penggunaan warna dalam Bahasa Sikka. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana warna-warna modern atau pinjaman mempengaruhi bahasa dan budaya lokal, serta bagaimana masyarakat Sikka mengadaptasi dan mengintegrasikan warna-warna baru dalam sistem warna mereka.. . Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara bahasa, budaya, dan warna dalam masyarakat Sikka, serta kontribusi mereka dalam pelestarian dan promosi bahasa dan warisan budaya lokal.

  1. THE SEMANTIC OF COLOURS IN THE SIKKA LANGUAGE: A STUDY OF CONNOTATION | Journal of Language and Literature.... doi.org/10.35760/jll.2025.v13i1.14046THE SEMANTIC OF COLOURS IN THE SIKKA LANGUAGE A STUDY OF CONNOTATION Journal of Language and Literature doi 10 35760 jll 2025 v13i1 14046
  2. Documenting The Richness of Indonesia Through The Cultural Color of Sumatera’s Traditional... doi.org/10.21512/humaniora.v7i2.3517Documenting The Richness of Indonesia Through The Cultural Color of SumaterayCEs Traditional doi 10 21512 humaniora v7i2 3517
Read online
File size506.2 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test