UNJAUNJA

Jurnal Psikologi JambiJurnal Psikologi Jambi

Abstrak. Perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja telah mendorong adanya kebutuhan ruang kerja yang fleksibel dan adaptif. Kebutuhan ini memicu munculnya fenomena co-working space sebagai alternatif lingkungan kerja fisik yang mengusung fleksibilitas dan diyakini dapat berkontribusi pada tingkat kebahagiaan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari flexible work arrangement dalam penggunaan co-working space terhadap happiness at work pekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada pekerja pengguna co-working space di Indonesia dengan total responden sebanyak 201. Persepsi terhadap flexible work arrangement diukur menggunakan Flexible Work Arrangements Scale (FWAS), sementara kebahagiaan di tempat kerja diukur menggunakan Happiness at Work Scale (HAWS), dan analisis data dibantu menggunakan software statistik JASP 0.90. Hasil menunjukkan bahwa fleksibilitas yang dirasakan pekerja pengguna co-working space berperan signifikan terhadap kebahagiaan mereka dengan kemampuan menjelaskan variansi sebesar 10%. Temuan ini menekankan pentingnya mengoptimalkan flexible work arrangement untuk mendukung kebahagiaan serta kesejahteraan pekerja di berbagai lingkungan kerja.

Penelitian ini menemukan bahwa flexible work arrangement berperan signifikan dalam meningkatkan happiness at work bagi pekerja yang menggunakan coworking space di Indonesia, di mana fleksibilitas waktu dan tempat kerja memberikan kontribusi terhadap persepsi positif terhadap pekerjaan dan organisasi.Penerapan fleksibilitas tersebut dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung kesejahteraan pekerja dalam konteks kerja modern.Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan model konseptual yang lebih komprehensif dengan memasukkan variabel tambahan serta memperluas konteks sektoral dan metodologi mixed‑methods.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki variabel mediator atau moderator seperti work‑life balance, employee engagement, dan dukungan organisasi dalam hubungan antara flexible work arrangement dan happiness at work pada pengguna coworking space, untuk memahami mekanisme yang lebih detail. Selain itu, diperlukan studi komparatif lintas sektor (misalnya teknologi, pendidikan, manufaktur) dan wilayah geografis (perkotaaan vs pedesaan) guna menguji konsistensi temuan serta mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi hubungan tersebut. Selain itu, pendekatan mixed‑methods longitudinal dengan menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara mendalam dapat menggali dinamika temporal serta persepsi subjektif pekerja terhadap fleksibilitas kerja dan kesejahteraan, sehingga menghasilkan gambaran yang lebih holistik dan mendalam tentang efek jangka panjang flexible work arrangement.

  1. Happiness at work: A cross-cultural validation of happiness at work scale | PLOS One. happiness work... doi.org/10.1371/journal.pone.0261617Happiness at work A cross cultural validation of happiness at work scale PLOS One happiness work doi 10 1371 journal pone 0261617
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s11846-022-00558-0Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s11846 022 00558 0
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/978-3-642-16199-5_9Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 978 3 642 16199 5 9
  4. Vol. 6 No. 5 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (June -... doi.org/10.38035/dijemss.v6i5Vol 6 No 5 2025 Dinasti International Journal of Education Management and Social Science June doi 10 38035 dijemss v6i5
Read online
File size575.57 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test