ITSCIENCEITSCIENCE

Health Community ServiceHealth Community Service

Saat ini masalah kekurangan gizi dan stunting pada balita yang ada di Indonesia cukup tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor, ciri-ciri, serta cara pencegahan dari kekurangan gizi dan stunting. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara dengan narasumber Dr. Lingga Pradipta Sp.A di aplikasi halodoc. Dari penelitian ini, didapatkan hasil mengenai faktor utama stunting adalah kurangnya gizi dan nutrisi yang adekuat, keturunan genetik, serta akses pada fasilitas kesehatan yang kurang memadai, lalu ciri-ciri utama pada balita yang mengalami stunting ialah tinggi dan berat badan yang tidak sesuai dengan umur pertumbuhannya, badan yang kering, berat badan tidak normal, terlihat lemah lesu dan perkembangan yang tidak seperti balita pada umumnya, serta tahap awal pencegahan stunting pada balita yaitu memenuhi gizi sejak hamil, kemudian pemberian ASI dan MPASI sesuai umur yang ditentukan, menjaga kebersihan lingkungan, serta pemberian imunisasi dasar dan lanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan masyarakat khususnya ibu pada masalah stunting dan kurang gizi pada balita.

Kekurangan gizi dan stunting masih menjadi masalah signifikan pada balita di Indonesia, dengan faktor utama berupa asupan gizi yang tidak adekuat, faktor genetik, dan akses fasilitas kesehatan yang terbatas.Ciri‑ciri balita stunting meliputi pertumbuhan tinggi dan berat badan yang tidak sesuai usia, penurunan nafsu makan, serta kondisi fisik seperti badan kering dan lemah.Pencegahan harus dimulai sejak kehamilan melalui pemenuhan gizi, pemberian ASI dan MPASI tepat waktu, kebersihan lingkungan, imunisasi, dan pemantauan perkembangan, serta meningkatkan edukasi masyarakat.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi gizi berbasis komunitas dalam mengurangi prevalensi stunting pada balita di daerah pedesaan, dengan membandingkan kelompok yang menerima edukasi intensif dan kelompok kontrol. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang memantau dampak intervensi nutrisi sejak kehamilan hingga usia dua tahun terhadap pertumbuhan fisik dan kognitif anak, untuk menilai manfaat jangka panjang pemberian ASI dan MPASI yang tepat. Penelitian ketiga dapat menyelidiki peran aktif ayah dalam praktik pemberian gizi dan kebersihan lingkungan, serta bagaimana keterlibatan ayah mempengaruhi penurunan risiko stunting, khususnya melalui survei dan wawancara mendalam pada keluarga dengan balita. Semua studi tersebut diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk memperkuat kebijakan publik dan program kesehatan yang menargetkan faktor‑faktor utama penyebab stunting. Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, hasil penelitian dapat membantu merancang strategi pencegahan yang lebih efektif dan terukur. Selain itu, analisis biaya‑manfaat dari intervensi tersebut dapat memberikan gambaran ekonomis bagi pembuat kebijakan dalam mengalokasikan sumber daya secara optimal.

  1. Kekurangan Gizi Pada Balita | Health Community Service. kekurangan gizi balita health community service... jurnal.itscience.org/index.php/hcs/article/view/3344Kekurangan Gizi Pada Balita Health Community Service kekurangan gizi balita health community service jurnal itscience index php hcs article view 3344
Read online
File size186.56 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test