MAHESA INSTITUTEMAHESA INSTITUTE

Warisan: Journal of History and Cultural HeritageWarisan: Journal of History and Cultural Heritage

Organisasi Bundo Kanduang merupakan lembaga penting dalam masyarakat Minangkabau yang berperan krusial dalam menjaga hukum adat dan identitas budaya, khususnya melalui penerapan fondasi filosofis Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi latar belakang historis pembentukan organisasi dan menganalisis strategi yang digunakan dalam mempertahankan serta menyebarluaskan nilai-nilai tersebut dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori fungsionalis Bronislaw Malinowski untuk mengevaluasi fungsi sosial organisasi. Dengan metode historis dalam kerangka kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari tinjauan literatur, dokumen sejarah, dan wawancara dengan pemimpin adat dan anggota Bundo Kanduang. Temuan menunjukkan bahwa Organisasi Bundo Kanduang tidak hanya berfungsi sebagai penjaga hukum adat tetapi juga sebagai pusat bimbingan moral dan etika bagi wanita Minangkabau dan generasi muda. Melalui sistem keturunan matrilineal, organisasi ini memainkan peran strategis dalam menyebarluaskan nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah melalui pelatihan, pendidikan budaya, dan program berbasis komunitas.

Penelitian ini memastikan bahwa Organisasi Bundo Kanduang merepresentasikan kelanjutan historis peran wanita Minangkabau dalam menjaga hukum adat dan agama, yang berakar pada sistem keturunan matrilineal dan kemudian diintegrasikan dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.Selama periode 2000–2018, organisasi ini memainkan peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai adat berbasis Islam sambil sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika modernitas.Keberadaannya tidak hanya terbatas pada pelestarian tradisi tetapi juga menunjukkan transformasi progresif melalui program pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan partisipasi sosial.Oleh karena itu, Organisasi Bundo Kanduang berdiri sebagai representasi harmonis dari warisan sejarah dan kebutuhan kontemporer.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran Organisasi Bundo Kanduang dalam konteks globalisasi dan digitalisasi, terutama bagaimana filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dapat diinternalisasi dalam pola kepemimpinan wanita di era modern. Selain itu, studi perbandingan antara Organisasi Bundo Kanduang dan lembaga adat wanita di wilayah lain dapat memperkaya pemahaman tentang model berbasis gender dalam pelestarian budaya. Penelitian lapangan yang lebih luas dengan pendekatan multidisiplin akan memberikan kontribusi signifikan dalam menilai relevansi terus-menerus peran Bundo Kanduang di masa depan.

  1. Partisipasi Masyarakat Minangkabau Pada Implementasi Program Pariwisata Dalam Pemberdayaan Masyarakat... rjfahuinib.org/index.php/khazanah/article/view/234Partisipasi Masyarakat Minangkabau Pada Implementasi Program Pariwisata Dalam Pemberdayaan Masyarakat rjfahuinib index php khazanah article view 234
  2. Rekognisi dan Reposisi Aktor dalam Asimilasi Hukum Lama di Nagari (Baru) Sumatera Barat | Rahmat | Indonesian... journal.lasigo.org/index.php/IJRS/article/view/106Rekognisi dan Reposisi Aktor dalam Asimilasi Hukum Lama di Nagari Baru Sumatera Barat Rahmat Indonesian journal lasigo index php IJRS article view 106
  3. Pemberdayaan Lembaga Bundo Kanduang di Nagari Melalui Kebijakan Pembangunan yang Responsif Gender | Yunarti... doi.org/10.15548/jk.v7i2.178Pemberdayaan Lembaga Bundo Kanduang di Nagari Melalui Kebijakan Pembangunan yang Responsif Gender Yunarti doi 10 15548 jk v7i2 178
  4. Reformulation of Bundo Kanduang's Role in Solving Domestic Violence Cases | Suryani | Jambura Law... ejurnal.ung.ac.id/index.php/jalrev/article/view/19172Reformulation of Bundo Kanduangs Role in Solving Domestic Violence Cases Suryani Jambura Law ejurnal ung ac index php jalrev article view 19172
Read online
File size295.19 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test