SALASIKASALASIKA

SalasikaSalasika

Penelitian ini menyelidiki pengaruh variasi gender terhadap job crafting serta persepsi makna kerja pada karyawan PT X, sebuah perusahaan konsultasi digital di Jakarta. Survei melibatkan 55 karyawan, terdiri dari 40 pria dan 15 wanita, yang mengisi kuesioner mengenai perubahan pekerjaan dan pentingnya peran mereka. Hasil menunjukkan bahwa karyawan pria memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengubah pekerjaan sesuai dengan preferensi dan kompetensi mereka, kemungkinan karena rasa otonomi yang dirasakan. Karyawan yang beralih ke posisi baru seringkali menilai peran mereka lebih relevan karena penyesuaian tersebut selaras dengan preferensi pribadi. Meskipun pria lebih sering mengubah pekerjaan, tidak terdapat perbedaan antara pria dan wanita dalam persepsi pentingnya pekerjaan. Survei menekankan pentingnya perusahaan membantu seluruh karyawan, khususnya wanita, dalam mengembangkan karier melalui pelatihan, pendampingan, dan pengaturan kerja fleksibel, sehingga setiap karyawan merasa berdaya dan dihargai.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa job crafting berpengaruh positif terhadap makna kerja di PT X, Jakarta, namun karyawan pria melakukannya lebih sering dibandingkan karyawan wanita.Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh norma budaya dan sosial yang membatasi wanita dalam menyesuaikan pekerjaan dan jadwal mereka.Meskipun tidak terdapat perbedaan signifikan dalam persepsi makna kerja antara pria dan wanita, organisasi tetap perlu menciptakan lingkungan kerja inklusif agar semua pekerja dapat mengoptimalkan potensi mereka.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi (1) bagaimana intervensi pelatihan job crafting yang disesuaikan gender mempengaruhi peningkatan makna kerja dan kepuasan kerja pada karyawan wanita di berbagai sektor industri, dengan menggunakan desain eksperimental longitudinal selama satu tahun; (2) apakah kebijakan kerja fleksibel serta dukungan organisasi dapat mengurangi kesenjangan gender dalam praktik job crafting, melalui studi komparatif antar perusahaan yang mengimplementasikan dan tidak mengimplementasikan kebijakan tersebut; dan (3) bagaimana faktor interseksionalitas seperti usia, tingkat pendidikan, dan status keluarga berinteraksi dengan gender dalam memprediksi intensitas job crafting dan persepsi makna kerja, dengan memanfaatkan analisis structural equation modeling pada sampel besar yang melibatkan lebih dari seratus perusahaan. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan wawasan praktis bagi perusahaan untuk merancang strategi pengembangan karyawan yang lebih adil dan inklusif, serta memperluas pemahaman teoretis tentang dinamika gender dalam konteks pekerjaan modern.

Read online
File size9.34 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test