JURNALPOLTEKKESMALUKUJURNALPOLTEKKESMALUKU

JKTJKT

Pengelolaan yang tidak tepat terhadap limbah medis padat dari rumah sakit dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pengelolaan limbah medis padat di RS Aisyiyah Kota Pariaman berdasarkan komponen input, proses, dan output sesuai Permenkes No. 7 Tahun 2019. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat telah dilakukan mulai dari pemilahan, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan, hingga pemusnahan melalui pihak ketiga. Sarana prasarana, penggunaan APD, serta pemisahan limbah medis dan non-medis telah sesuai standar. Namun, masih ditemukan kekurangan dalam dokumentasi kebijakan dan pelatihan petugas. Simpulan: RS Aisyiyah Pariaman telah melaksanakan pengelolaan limbah medis padat sesuai regulasi, namun perlu penguatan pada aspek administratif dan peningkatan kompetensi SDM.

Penelitian tentang pengelolaan limbah medis padat di RS Aisyiyah Pariaman tahun 2025 menunjukkan bahwa.Rumah sakit memiliki kebijakan sesuai Permenkes No.SDM masih terbatas (2 sanitarian, 10 petugas angkut) sehingga perlu evaluasi.Dana berasal dari pendapatan rumah sakit dan dukungan Muhammadiyah, dinilai cukup.Pemilahan dan pewadahan sudah sesuai standar, namun kadang terjadi pencampuran limbah karena faktor kelelahan.Pengangkutan dan penyimpanan telah teratur dengan jalur khusus dan Tempat Penampungan Sementara (TPS), pengolahan juga mengikuti ketentuan.Pengelolaan limbah telah berkembang, termasuk pemisahan berdasarkan jenis.Pengolahan akhir dilakukan oleh pihak ketiga sesuai MOU, tetapi masih ada aspek yang perlu ditingkatkan agar memenuhi standar optimal.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas kajian dengan pendekatan kuantitatif atau mixed method, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas pengelolaan limbah medis dan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Selain itu, perlu adanya penambahan sarana prasarana pendukung dan pengalokasian dana yang memadai untuk menjamin pengelolaan limbah medis sesuai standar. Peningkatan pengawasan dan kedisiplinan dalam pemilahan limbah medis, serta pelatihan berkala bagi tenaga kesehatan dan pengelola limbah juga sangat penting untuk meningkatkan kompetensi dan efektivitas pengelolaan limbah.

Read online
File size187.08 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test