STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA

Journal of Information System, Informatics and ComputingJournal of Information System, Informatics and Computing

Greenpeace, sebuah organisasi yang berdedikasi untuk mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya Krisis Iklim, mendesak pemerintah dan perusahaan untuk mengambil tanggung jawab atas pembukaan lahan secara luas untuk tujuan bisnis tanpa menerapkan tindakan pencegahan. Kurangnya tindakan ini berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi Indonesia, khususnya di sektor perekonomian. Meskipun permasalahan yang timbul akibat Krisis Iklim masih terus berlangsung, inisiatif pemerintah dan dukungan masyarakat masih kurang. Untuk mengatasi hal ini, Greenpeace menggunakan situs webnya sebagai platform informasi, yang memberikan rincian tentang wilayah yang terkena dampak dan tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi Bumi. Dalam upaya meningkatkan pengalaman pengguna dalam menavigasi aktivitas Greenpeace, penulis dan tim melakukan desain ulang situs web dengan menggunakan metode Design Thinking. Design Thinking, sebuah proses pemecahan masalah yang berpusat pada minat dan inovasi pengguna, melibatkan tahapan seperti empati, pendefinisian, pembuatan ide, pembuatan prototipe, dan pengujian. Penulis memetakan masalah selama tahap empati berdasarkan pengalaman pengguna, mendefinisikan masalah inti ide, pengguna pada mengimplementasikan desain web pada tahap prototipe, dan, pada tahap pengujian, menilai keberhasilan sistem. desain dalam menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhan pengguna. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk prototype dengan desain UI/UX, dikembangkan dengan menyelaraskan kebutuhan pengguna melalui metode Design Thinking untuk memberikan solusi tantangan pengguna saat berinteraksi dengan website Greenpeace.

Berdasarkan hasil perancangan ulang UI/UX pada website Greenpeace didapatkan sebuah kesimpulan sebagai berikut.Telah berhasil melakukan perancangan ulang dilakukan dengan tidak menghilangkan ciri khas dari sebuah product tersebut.Greenpeace merupakan organisasi lingkungan memiliki ciri khas akan warna hijau ataupun terang yang menandakan kedamaian.Hasil pengembangan ide pada define maupun ideate, tidak semuanya dapat diimplementasikan.karena mengingat apakah hal tersebut diimplementasikan akan menghambat kinerja website atau tidak.Serta keterbatasan waktu dalam perancangan menjadi pertimbangan untuk mengimplementasikan ide yang diberikan.Hasil prototype sederhana tidak memungkinkan product tersebut gagal, hasil prototype dibentuk untuk memudahkan pengguna memahami alur serta isi website sehingga dibuat sesederhana mungkin.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana meningkatkan pengalaman pengguna dalam menggunakan website Greenpeace dengan fokus pada aspek-aspek tertentu seperti navigasi, konten, atau fitur-fitur interaktif. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana desain UI/UX yang efektif dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam isu-isu lingkungan, khususnya Krisis Iklim. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak dari perancangan ulang UI/UX website Greenpeace terhadap peningkatan keterlibatan dan interaksi pengguna dengan organisasi tersebut.

  1. IMPROVING USER EXPERIENCE THROUGH GREENPEACE WEBSITE UI/UX REDESIGN WITH THINKING DESIGN METHOD | Journal... doi.org/10.52362/jisicom.v7i2.1315IMPROVING USER EXPERIENCE THROUGH GREENPEACE WEBSITE UI UX REDESIGN WITH THINKING DESIGN METHOD Journal doi 10 52362 jisicom v7i2 1315
Read online
File size1.13 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test