UADUAD

Journal of Food Science and CulinaryJournal of Food Science and Culinary

Penelitian ini mengkaji pengaruh keunikan produk dan nilai budaya kuliner terhadap minat wisatawan dari luar Kota Bogor dalam mencoba Asinan Bogor, sebuah kuliner tradisional khas Bogor. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari 100 wisatawan luar Kota Bogor yang pernah mencoba Asinan Bogor, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan SmartPLS 4. Model pengukuran menunjukkan validitas dan reliabilitas yang memuaskan, dengan semua indikator memenuhi kriteria yang disyaratkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunikan produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat wisatawan. Hal ini menunjukkan bahwa keunikan produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat wisatawan, dengan nilai koefisien jalur 0,557, nilai t-statistik 5,269, dan nilai signifikansi kurang dari 0,001. Selanjutnya, keunikan produk menunjukkan pengaruh yang lebih kuat terhadap minat wisatawan dibandingkan nilai budaya kuliner, sebagaimana diindikasikan oleh koefisien jalurnya yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa karakteristik khas Asinan Bogor, yang dikombinasikan dengan makna budayanya sebagai makanan lokal tradisional, memainkan peran penting dalam menarik wisatawan dan memperkuat pengembangan pariwisata kuliner di Bogor.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunikan produk dan nilai budaya kuliner secara signifikan mempengaruhi minat wisatawan dari luar Kota Bogor untuk mencoba Asinan Bogor, dengan keunikan produk menjadi faktor pendorong utama.Kekhasan cita rasa Asinan Bogor membangkitkan rasa ingin tahu, sedangkan makna tradisional dan identitas lokalnya memperkuat daya tarik wisatawan, menunjukkan pentingnya kombinasi kedua aspek tersebut dalam strategi promosi.Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan bagi pelaku UMKM untuk terus menonjolkan keunikan dan nilai budaya produk, serta bagi penelitian di masa depan untuk melibatkan sampel yang lebih besar dan variabel tambahan seperti citra destinasi atau kualitas pengalaman wisata kuliner.

Mengingat pentingnya Asinan Bogor sebagai ikon kuliner, penelitian lanjutan bisa berfokus pada bagaimana daya tarik kuliner ini dirasakan oleh wisatawan dari berbagai latar belakang. Pertama, akan sangat menarik untuk mengkaji perbedaan persepsi wisatawan internasional dibandingkan wisatawan domestik (di luar Bogor) terhadap keunikan dan nilai budaya Asinan Bogor. Apakah ada perbedaan dalam motif mereka mencoba makanan lokal dan apakah elemen budaya tertentu lebih menarik bagi audiens global? Kedua, studi berikutnya dapat menyelidiki peran keaslian Asinan Bogor—misalnya dari bahan baku tradisional, proses pembuatan, atau cerita di baliknya—sebagai faktor penengah antara keunikan produk, nilai budaya, dan minat wisatawan. Pemahaman tentang bagaimana keaslian membentuk hubungan ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang keputusan konsumen dalam wisata kuliner. Ketiga, penting juga untuk mengidentifikasi dimensi spesifik dari keunikan Asinan Bogor yang paling efektif dalam menarik minat, seperti perpaduan rasa asam, manis, dan pedasnya, tekstur uniknya, atau kisah historisnya. Dengan mengetahui atribut mana yang paling berdampak, strategi promosi dapat dirancang lebih tepat sasaran untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Read online
File size364.89 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test