POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Journal of Midwifery Science: Basic and Applied ResearchJournal of Midwifery Science: Basic and Applied Research

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara berkembang. Di Indonesia, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 27,7%, dengan angka yang lebih tinggi di Jawa Tengah (57%) dan Kota Semarang (48,9%). Anemia dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin, termasuk risiko perdarahan saat melahirkan, infeksi masa nifas, gagal jantung, kelahiran prematur, dan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) di Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang, termasuk pendidikan, pekerjaan, pendapatan, riwayat penyakit, sumber informasi, dan perilaku kepatuhan.

Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) di Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang adalah tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, riwayat penyakit, dan sumber informasi.Tingkat pendidikan menengah dan tinggi, tidak bekerja, pendapatan keluarga tinggi, tidak memiliki riwayat penyakit, dan memperoleh informasi dari tenaga kesehatan terkait dengan tingkat kepatuhan yang lebih baik.Kepatuhan dalam mengonsumsi MMS mencakup kepatuhan dosis, waktu, frekuensi, dan cara minum.Mayoritas ibu hamil telah menunjukkan kepatuhan yang baik pada keempat aspek tersebut, dengan sebagian besar ibu hamil rutin mengonsumsi MMS setiap hari, setelah makan, dan dengan cara yang benar.

Untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS), diperlukan intervensi yang lebih komprehensif. Pertama, perlu dilakukan edukasi yang lebih intensif dan terstruktur mengenai pentingnya MMS dan cara mengonsumsinya dengan benar. Edukasi ini dapat disampaikan oleh tenaga kesehatan, seperti bidan dan dokter, saat kunjungan Antenatal Care (ANC). Kedua, penting untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, termasuk edukasi gizi, di Puskesmas Ngaliyan. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat komunikasi dan koordinasi antara tenaga kesehatan dan ibu hamil. Ketiga, diperlukan dukungan keluarga dan lingkungan sosial yang positif terhadap konsumsi MMS. Pendampingan dan dukungan dari suami, keluarga, dan pengalaman sesama ibu hamil dapat memperkuat kepatuhan dan persepsi positif terhadap MMS. Dengan demikian, intervensi yang terintegrasi dan berkelanjutan dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi MMS dan mengurangi prevalensi anemia selama kehamilan.

  1. A Comparison of Adherence Levels of Pregnant Women to Consuming Multiple Micronutrient Supplements and... doi.org/10.20473/amnt.v8i1.2024.17-25A Comparison of Adherence Levels of Pregnant Women to Consuming Multiple Micronutrient Supplements and doi 10 20473 amnt v8i1 2024 17 25
  2. Edukasi Gizi dan Distribusi Suplemen MMS Bagi Ibu Hamil: Studi Kasus di Puskesmas Banyudono II Kabupaten... doi.org/10.55123/sehatmas.v4i3.5648Edukasi Gizi dan Distribusi Suplemen MMS Bagi Ibu Hamil Studi Kasus di Puskesmas Banyudono II Kabupaten doi 10 55123 sehatmas v4i3 5648
Read online
File size369.24 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test