IDFOSIDFOS

SERUNAISERUNAI

Tujuan program bantuan ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mereplikasi pelaksanaan program sukses sebelumnya, memperluas mata pencaharian masyarakat pedesaan di sekitar area operasi proyek JTB ke desa lain; meningkatkan keberlanjutan lingkungan, khususnya keberlanjutan hutan, sebagai upaya kontribusi pengurangan emisi karbon di Kabupaten Bojonegoro; mewujudkan prinsip keadilan dan kejujuran dalam pelaksanaan program pembangunan masyarakat yang tidak terbatas pada area proyek tetapi juga mencakup komunitas di luar area proyek sesuai prioritas kebijakan daerah, serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan pemerintah daerah agar kegiatan bisnis dapat berjalan lancar. Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan dalam program bantuan ini. Hasil bantuan mencakup terbentuknya hubungan baik antara berbagai pihak, termasuk KPH Bojonegoro, Bapedda, DLH, PEPC, dan IDFoS Indonesia melalui kegiatan konservasi hutan; peningkatan pengetahuan dan kapasitas petani hutan serta munculnya usaha agroforestri di area hutan; penanaman 1500 pohon longan dan 30 pohon durian serta pemberian bantuan operasional bisnis seperti fasilitas produksi dan operasional. Dengan budidaya longan, diperkirakan dalam dua tahun ke depan petani dapat memanen hingga 3.000 kg dengan omzet sekitar Rp60.000.000 per siklus panen. Evaluasi menunjukkan kebutuhan surveilans selama tiga bulan untuk meminimalkan kerugian tanaman, yang telah dilaksanakan oleh LMDH dan Perhutani. Untuk menghadapi potensi kekeringan, diperlukan persiapan penyiraman yang efektif mengingat lokasi berada di tengah hutan dengan akses transportasi terbatas.

Pelaksanaan program berhasil membangun hubungan baik antara berbagai pihak, termasuk KPH Bojonegoro, Bapedda, DLH, PEPC, dan IDFoS Indonesia, melalui kegiatan konservasi hutan serta meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani hutan serta munculnya usaha agroforestri di area hutan.Penanaman 1500 pohon longan dan 30 pohon durian serta pemberian bantuan operasional bisnis diperkirakan akan memungkinkan petani menghasilkan hingga 3.000 kg hasil panen dengan omzet sekitar Rp60 juta per siklus dalam dua tahun ke depan.Evaluasi menunjukkan perlunya surveilans tiga bulan untuk meminimalkan kerugian tanaman serta pentingnya penyiraman yang efektif mengingat kondisi kekeringan dan akses transportasi yang terbatas di lokasi hutan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas teknik konservasi air, seperti penggunaan buis beton pada lahan agroforestri kritis, untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap musim kering; selanjutnya, analisis peran generasi muda dalam program agroforestri, termasuk strategi pelatihan dan pemberdayaan, diperlukan untuk mengatasi tantangan usia petani lansia dan memastikan kelangsungan usaha; terakhir, evaluasi dampak program agroforestri terhadap pengurangan emisi karbon di Kabupaten Bojonegoro dengan pendekatan kuantitatif longitudinal dapat memberikan bukti ilmiah tentang kontribusi program terhadap mitigasi perubahan iklim. Penelitian‑penelitian tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan dari program agroforestri di wilayah tersebut.

Read online
File size1.49 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test