UMMAUMMA

Jurnal EboniJurnal Eboni

Perubahan tutupan lahan terutama disebabkan oleh penggunaan lahan langsung yang tanpa pertimbangan tindakan konservasi, dapat menyebabkan degradasi kualitas DAS, meningkatkan sedimentasi dan erosi dengan tingkat infiltrasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan tutupan lahan, faktor-faktor yang mempengaruhi erosi, dan pengaruh tutupan lahan terhadap erosi di DAS Suso pada 2018 dan 2023 menggunakan model SWAT. Studi terdiri dari tiga tahap: analisis data tutupan lahan, analisis faktor lain seperti kemiringan, curah hujan, dan jenis tanah, serta pemodelan bahaya erosi. Perubahan tutupan lahan di DAS Suso antara 2018 dan 2023 relevan dengan tingkat bahaya erosi. Pada 2018, area dominan berkategori erosi sedang (60–180 ton/ha/tahun), sedangkan pada 2023 berubah menjadi dominan erosi berat (180–480 ton/ha/tahun). Faktor-faktor lain yang berkontribusi adalah kemiringan curam (>45%), curah hujan tinggi (2,700.50–2,759.06 mm/tahun pada 2018), yang meningkat menjadi sangat tinggi (3,062.72–3,157.82 mm/tahun pada 2023), serta dominasi tanah inceptisol. Konversi lahan hutan menjadi non-hutan bersama faktor lain menyebabkan peningkatan tingkat bahaya erosi di DAS Suso.

Pada periode 2018 hingga 2023 di DAS Suso terjadi perubahan tutupan lahan pertanian lahan kering campur semak sebesar 1.119,38 ha (3,03%), sawah sebesar 354,39 ha (0,97%), permukiman sebesar 59,78 ha (0,16%) dan tambak sebesar 0,19 ha (0,01%).Sedangkan tutupan lahan yang mengalami penurunan luasan yaitu hutan lahan kering sekunder 818,45 ha (2,22%), semak belukar sebesar 630,59 ha (1,71%), hutan lahan kering primer sebesar 83,93 ha (0,23%) dan perkebunan sebesar 0,76 ha (0,01%).Tutupan lahan yang tidak mengalami perubahan atau tetap yaitu tubuh air.Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya erosi pada DAS Suso yaitu kemiringan lereng didominasi oleh kelas curam (25-45%) dan sangat curam (>45%), curah hujan tahun 2018 dengan kategori tinggi yang berkisar 2.759,06 mm/tahun dan tahun 2023 dengan kategori sangat tinggi berkisar 3.157,82 mm/tahun, dan jenis tanah yang didominasi oleh inceptisol.Perubahan tutupan lahan di DAS Suso tahun 2018–2023 menunjukkan adanya penurunan luas kawasan hutan dan peningkatan lahan pertanian campuran.Kondisi tersebut, ditambah curah hujan tinggi, dominasi lereng sangat curam, dan jenis tanah yang rentan erosi menyebabkan peningkatan bahaya erosi pada DAS Suso.Hasil simulasi SWAT menunjukkan bahwa kelas bahaya erosi berubah dari dominan kategori sedang pada tahun 2018 menjadi kategori berat pada tahun 2023.

1. Penelitian lebih lanjut tentang dampak penerapan teknik konservasi tanah seperti reboisasi dan penggunaan vegetasi penutup pada DAS Suso untuk mengurangi risiko erosi. 2. Analisis perbandingan efektivitas model SWAT dengan model lain dalam memprediksi bahaya erosi di DAS Suso dengan mempertimbangkan perubahan iklim dan penggunaan lahan. 3. Studi tentang peran masyarakat lokal dalam pengelolaan DAS Suso, termasuk partisipasi dalam program konservasi dan pengambilan keputusan berbasis data untuk mengurangi tekanan pada lingkungan.

Read online
File size881.16 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test