UMMAUMMA

Jurnal EboniJurnal Eboni

Lebah tanpa sengat, khususnya Tetragonula biroi, telah banyak dibudidayakan di Sulawesi. Pembudidayaan lebah di lingkungan perkotaan menghadirkan kondisi vegetasi yang berbeda dan terkadang kekurangan sumber makanan bagi lebah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas madu T. biroi yang dihasilkan dengan pemberian larutan gula pasir selama musim kekurangan nektar. Penelitian dilakukan di Kampung Rimba, Makassar, Sulawesi Selatan, pada bulan Maret hingga April 2023. Parameter kualitas madu dievaluasi dengan membandingkan hasilnya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 8664:2018). Hasil menunjukkan bahwa kualitas madu yang dihasilkan tidak seluruhnya memenuhi standar SNI. Kualitas yang terpenuhi meliputi kadar sukrosa dengan rata‑rata 2,42 % dan tingkat keasaman dengan rata‑rata 46,68 ml NaOH 0,1 N/kg. Parameter lain yang tidak memenuhi standar adalah kadar air dengan rata‑rata 31,04 % serta gula pereduksi dengan rata‑rata 40,85 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pakan pengganti gula untuk lebah T. biroi hanya dapat digunakan pada kondisi kelangkaan. Penggunaan atau penggantian larutan gula pasir dapat diterapkan hanya ketika area budidaya lebah kekurangan sumber nektar.

Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan buatan berupa larutan gula pasir tidak secara keseluruhan memenuhi standar SNI, hanya parameter sukrosa (rata‑rata 2,42 %) dan keasaman (rata‑rata 46,68 ml NaOH/kg) yang terpenuhi.Pakan ini cenderung menurunkan kualitas madu terutama pada kadar gula pereduksi dan kadar air, sehingga sebaiknya hanya digunakan sementara pada musim paceklik ketika nektar alami terbatas.Keterbatasan studi meliputi sampel kecil dan tidak adanya kelompok kontrol, yang membatasi generalisasi hasil.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efek variasi konsentrasi larutan gula (misalnya 0,5:1, 1,5:1) terhadap parameter kualitas madu untuk menentukan dosis optimal yang meminimalkan penurunan kualitas pada kadar air dan gula pereduksi. Selanjutnya, studi komparatif antara pakan buatan berbasis gula pasir dengan alternatif alami seperti jus tebu atau ekstrak nektar dapat mengidentifikasi sumber pakan substitusi yang lebih mendekati profil kimiawi nektar alami, sehingga meningkatkan kesesuaian dengan standar SNI. Terakhir, uji lapangan dengan desain eksperimental termasuk kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar dapat menilai pengaruh faktor lingkungan (kelembapan, suhu) serta durasi pemberian pakan buatan terhadap keberlanjutan koloni lebah, memberikan dasar ilmiah bagi praktik budidaya yang berkelanjutan di wilayah perkotaan.

Read online
File size624.43 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test