UBUB

Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral ResearchJournal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research

Premenstrual Syndrome (PMS) melibatkan gejala fisik dan emosional yang muncul sebelum menstruasi, memengaruhi sebagian besar wanita usia reproduktif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau peran nutrisi dan intervensi diet dalam meredakan gejala PMS, dengan fokus pada kalsium, magnesium, vitamin D, dan vitamin B6. Metode yang digunakan meliputi pencarian artikel peer‑review dalam lima tahun terakhir melalui PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect, menggunakan kata kunci yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa asupan tinggi kalsium, magnesium, vitamin D, dan vitamin B6 dapat mengurangi gejala PMS; kalsium menstabilkan suasana hati dan menurunkan kecemasan, magnesium meredakan nyeri dan pembengkakan, vitamin D mengurangi peradangan dan memodulasi fungsi imun, serta vitamin B6 mendukung sintesis neurotransmiter yang membantu menurunkan depresi dan kelelahan. Diet kaya serat, rendah gula, serta asupan omega‑3 dari ikan berlemak juga terbukti menguntungkan bagi pengelolaan gejala PMS. Kesimpulannya, nutrisi dan diet memainkan peran penting dalam meredakan gejala PMS.

Dari tinjauan naratif ini, dapat disimpulkan bahwa nutrisi dan diet memainkan peran penting Selector in reducing premenstrual syndrome (PMS) symptoms.Pengambilan kalsium, magnesium, מידע, vitamin D, dan vitamin B6 secara konsisten terbukti mengurangi berbagai keluhan fisik dan psikologis yang dialami wanita selama fase luteal siklus menstruasi.Selain itu, diet tinggi serat, rendah gula, dan kaya omega‑3 dari ikan berlemak telah menunjukkan manfaat signifikan dalam mengelola gejala PMS seperti kembung, perubahan suasana hati, kelel(emp).

Penelitian selanjutnya dapat meneliti efektivitas intervensi diet seimbang yang menggabungkan peningkatan asupan kalsium, magnesium, vitamin D, dan vitamin B6 pada wanita Indonesia, dibandingkan dengan suplementasi terpisah, guna menentukan apakah kombinasi diet dan suplemen memberikan pengurangan gejala PMS yang lebih signifikan. Mengkaji hubungan antara asupan serat tinggi dan pengurangan persentase estrogen bebas pada wanita dengan PMS, serta memeriksa apakah pola makan tinggi serat dapat memodulasi respons imun dan inflamasi yang berkontribusi pada gejala PMS, dapat memperluas pemahaman tentang mekanisme diet. Melakukan uji klinis terkontrol acak dengan desain crossover untuk menilai dampak omega‑3 dari ikan berlemak terhadap nyeri dan mood swingฤษ pada wanita di daerah pedesaan versus perkotaan, sambil memperhitungkan variabel faktor lingkungan seperti stres kerja dan pola makan harian, dapat menilai keperluan personalisasi intervensi diet.

  1. EXPLORING THE ROLE OF DIET IN ALLEVIATING SYMPTOMS OF PREMENSTRUAL SYNDROME [PMS]: A NARRATIVE REVIEW... doi.org/10.21776/ub.jppbr.2026.007.01.4EXPLORING THE ROLE OF DIET IN ALLEVIATING SYMPTOMS OF PREMENSTRUAL SYNDROME PMS A NARRATIVE REVIEW doi 10 21776 ub jppbr 2026 007 01 4
Read online
File size412.17 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test