POLMEDPOLMED

Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya)Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya)

Mahalnya harga pakan ternak ayam menyulitkan peternak untuk mengembangkan usaha peternakannya. Demikian juga yang dialami bapak pardamiyan Siregar yang memiliki 50 ekor ayam berbagai umur. Ayam adalah jenis ternak yang relative memakan jenis makanan apa saja, di antaranya biji-bijian, sayuran hijau, sisa makanan rumah tangga. Sebenarnya mudah memberi makan ayam termasuk dengan sisa makanan yang tersebut di atas, tetapi tidak selalu ada dan jumlahnya sangat terbatas. Oleh karena itu, mitra pengabdian ini secara pasti harus menyediakan pakan berupa jagung giling dan dedak padi halus yang dibeli di toko makanan ternak. Biaya yang harus dikeluarkan oleh mitra sebesar Rp 47.000,-/hari atau Rp 1.410.000/bulan. Mitra berkeinginan untuk mereduksi biaya pembelian pakan tersebut dengan cara menggiling sendiri jagung bulat yang dibeli dari toko. Keinginan itu didasari oleh perbedaan harga antara jagung bulat dengan jagung giling. Harga jagung bulat yang hanya Rp 6.000/kg, sementara itu harga jagung giling Rp 8.000/kg, maka mitra akan dapat menghemat biaya pakan sebesar Rp 2.000,-/kg. Jika banyaknya jagung giling yang diberikan ke ternak 3 kg, maka mitra bisa menghemat Rp 8.000,-/hari. Bila dikomulatifkan dalam sebulan mitra bisa menghemat sebesar Rp 240.000,-. Tingginya biaya pengadaan pakan dan prospek keuntungan yang menjanjikan itulah yang mendorong mitra bekerjasama dengan tim pelaksana dengan tujuan untuk mencari solusinya dari permasalahan yang dihadapi mitra. Menurut Tim pelaksana, solusi yang paling tepat untuk mengatasi permasalah mitra adalah pemberian bantuan mesin penggiling jagung. Agar bisa mencapai keberhasilan maksimal dalam membantu mitra, pelaksana program menyusun langkah pelaksanaan sebagai berikut: survey lokasi dan wawancara untuk menggali masalah pokok, mengalisis situasi dan kondisi usaha mitra, menentukan solusi, menyiapkan pelaksanaan program pembuatan mesin, hibah mesin, pelatihan dan evaluasi program. Hasil dari program pengabdian ini adalah satu unit mesin penggiling jagung yang mempunyai kapasitas 50 kg/jam. Mesin menggunakan penggerak motor listrik berdaya 1,5 hp dengan putaran penggiling 180 rpm. Ukuran butiran jagung yang dihasilkan berkisar antara 1 mm sampai 2 mm. Ukuran butiran ini memungkinkan untuk dimakan oleh ayam (unggas) segala umur.

Diperoleh mesin penggiling jagung berkapasitas 50 kg/jam dengan motor listrik 1,5 hp dan ukuran butir 1‑2 mm yang dapat dimakan oleh ayam segala umur.Penggunaan mesin tersebut meningkatkan produksi telur harian dari sekitar 50 butir menjadi sekitar 75 butir per hari serta meningkatkan produksi anak ayam.Selain itu, biaya pengadaan pakan dapat diminimalisir secara signifikan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak ekonomi penggunaan mesin penggiling jagung pada skala yang lebih luas dengan membandingkan profitabilitas antar peternakan yang mengadopsi teknologi tersebut. Selain itu, diperlukan pengembangan desain mesin yang lebih efisien secara energi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi pakan pada berbagai ukuran peternakan, termasuk penggunaan sumber energi terbarukan. Selanjutnya, penting juga untuk meneliti kualitas nutrisi jagung giling yang dihasilkan oleh mesin dibandingkan dengan pakan komersial serta pengaruhnya terhadap produksi telur dan pertumbuhan anak ayam, sehingga dapat memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi peternak.

Read online
File size655.62 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test