POLMEDPOLMED

Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya)Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya)

Khalayak sasaran Program Pengabdian Kemiteraan Masyarakat (PKM) ini adalah masyarakat yang produktif secara ekonomi yakni Rumah Makan Khas Jawa “Tugiah di Jalan K.L. Yos Sudarso, Km 7 Kelurahan Tanjung Mulia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Permasalahan mitra adalah rendahnya omset penjualan mitra perhari, mitra tidak memahami cara promosi lewat media sosial, tidak pernah menyusun laporan keuangan, serta kondisi fisik peralatan usaha seperti meja dan papan merek sudah terlalu usang. Solusi yang ditawarkan adalah berupa pelatihan digital marketing, pelatihan menyusun laporan keuangan usaha, dan memberikan peralatan usaha. Hasil dari pelaksanaan kegiatan dapat diketahui bahwa kegiatan pengabdian ini mampu mengatasi masalah omset usaha yang rendah dengan terjadinya peningkatan penjualan setelah dilakukan pemasaran melalui promosi dari kegiatan digital marketing. Kendala keterbatasan alat masak dapat diatasi dengan penerimaan kompor hibah dari pelaksana pengabdian, serta tampilan warung yang kurang menarik diatasi dengan mengadakan atau menyiapkan stiker spanduk dan papan merek usaha. Kendala kemampuan dalam mengelola keuangan usaha, Tim PKM memberikan pelatihan singkat cara menyusun Buku Kas, Buku Penjualan, Buku Pembelian dan Buku Biaya usaha.

Rendahnya omzet penjualan dapat diatasi dengan melatih mitra menerapkan Promosi dengan Digital marketing.Kendala keterbatasan alat masak, Tim PKM memberikan Kompor gas, sedangkan Tampilan Warung yang kurang menarik diatasi dengan mengadakan atau menyiapkan stiker spanduk untuk papan merek usaha.Kendala kemampuan dalam mengelola keuangan usaha, Tim PKM memberikan pelatihan singkat cara menyusun Buku Kas, Buku Penjualan, Buku Pembelian dan Buku Biaya usaha.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang pelatihan digital marketing terhadap peningkatan omzet dan loyalitas pelanggan pada rumah makan mikro seperti “Tugiah, dengan mengukur perubahan penjualan selama satu tahun setelah intervensi. Selanjutnya, studi komparatif dapat meneliti efektivitas penyediaan peralatan usaha (misalnya kompor gas dan perlengkapan visual) versus hanya pelatihan, untuk menentukan strategi yang paling cost‑effective dalam meningkatkan daya saing UMKM kuliner. Terakhir, pengembangan model pembelajaran berbasis modul akuntansi sederhana untuk pemilik UMKM dapat diuji dalam konteks yang lebih luas, mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi adopsi dan keberlanjutan praktik pembukuan, serta mengukur kontribusinya terhadap profitabilitas usaha. Ketiga arah penelitian tersebut akan memperkuat pemahaman tentang kombinasi intervensi teknologi, sumber daya fisik, dan edukasi keuangan dalam meningkatkan keberlanjutan usaha mikro di sektor makanan tradisional.

Read online
File size693.29 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test