INFLUENCE JOURNALINFLUENCE JOURNAL

One moment, please...One moment, please...

Penyebaran hoax politik di ruang publik digital telah meningkat tajam menjelang pemilihan umum dan mengancam stabilitas demokrasi. Pendekatan regulasi-pembinaan dan teknis hilir dianggap tidak cukup tanpa kesadaran kritis di antara pengguna media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas literasi media sebagai strategi hulu utama dalam menangkal penyebaran hoax politik di ruang publik digital. Menggunakan pendekatan penelitian pustaka, data dikumpulkan melalui pencarian komprehensif dokumen ilmiah, peraturan, dan laporan resmi terkait disinformasi politik. Hasil menunjukkan bahwa literasi media kritis telah berhasil mengubah peran netizen dari konsumen pasif menjadi penjaga gerbang independen. Keterampilan berpikir kritis, penguasaan metodologi verifikasi lateral, dan kesadaran arsitektur algoritma platform terbukti efektif dalam mengurangi bias konfirmasi dan menghentikan penyebaran informasi palsu di ruang gema. Kesimpulannya, literasi media adalah strategi pencegahan jangka panjang yang penting untuk membangun imunitas siberkultural dalam masyarakat. Model kolaborasi multisektor antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan platform digital diperlukan untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat, rasional, dan bermartabat.

Proliferasi hoax politik di ruang publik digital Indonesia tidak lagi sekadar anomali komunikasi, melainkan ancaman terstruktur dan sistematis yang mengeksploitasi sensitivitas emosional dan polarisasi identitas untuk keuntungan elektoral sektarian.Batasan pendekatan hilir yang regulatif-pembinaan dan reaktif menuntut pergeseran paradigma radikal menuju strategi hulu yang berfokus pada penguatan agensi kognitif pengguna media.Dalam konteks ini, literasi media kritis didekonstruksi bukan sekadar keterampilan teknis instrumental, melainkan sebagai kompetensi emansipatoris dan pertahanan psikologis bagi netizen.Melalui internalisasi budaya berpikir kritis, penguasaan metodologi verifikasi mandiri, dan kesadaran arsitektur algoritma ruang gema, masyarakat dapat membangun imunitas siberkultural secara kolektif yang mampu memutus rantai penyebaran disinformasi dan merekonstruksi ruang publik digital yang sehat dan deliberatif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris-eksperimental yang berfokus pada formulasi model literasi media dalam menghadapi eskalasi disinformasi yang didorong oleh AI, seperti fenomena deepfake, yang diproyeksikan menjadi komoditas utama untuk manipulasi politik di masa depan. Selain itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi literasi media yang adaptif dan efektif dalam menghadapi tantangan teknologi digital yang dinamis dan modus operandi pembuat hoax. Penelitian ini juga dapat mengembangkan model kolaborasi multisektoral yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, dan penyedia platform media sosial untuk menciptakan ekosistem pendidikan siber yang kohesif dan inklusif.

  1. Problematika Teknologi Deepfake sebagai Masa Depan Hoax yang Semakin Meningkat: Solusi Strategis Ditinjau... journal.universitasbumigora.ac.id/index.php/upgrade/article/view/3702Problematika Teknologi Deepfake sebagai Masa Depan Hoax yang Semakin Meningkat Solusi Strategis Ditinjau journal universitasbumigora ac index php upgrade article view 3702
  2. Full article: Disinformation as Political Communication. full article political skip main content advanced... tandfonline.com/doi/full/10.1080/10584609.2020.1723755Full article Disinformation as Political Communication full article political skip main content advanced tandfonline doi full 10 1080 10584609 2020 1723755
  3. PEMANFATAAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK | Suratno | SOURCE : Jurnal Ilmu... jurnal.utu.ac.id/jsource/article/view/1552PEMANFATAAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK Suratno SOURCE Jurnal Ilmu jurnal utu ac jsource article view 1552
  4. MEDIA SOSIAL SEBAGAI PENDUKUNG JARINGAN KOMUNIKASI POLITIK | Susanto | Jurnal ASPIKOM. sosial pendukung... jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/123MEDIA SOSIAL SEBAGAI PENDUKUNG JARINGAN KOMUNIKASI POLITIK Susanto Jurnal ASPIKOM sosial pendukung jurnalaspikom index php aspikom article view 123
Read online
File size370.03 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test