PIP SEMARANGPIP SEMARANG

Indonesian Journal of Marine EngineeringIndonesian Journal of Marine Engineering

Mesin atau mesin penggerak utama pada kapal adalah alat yang digunakan untuk menggerakkan kapal dalam pengoperasiannya membawa muatan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Sistem bahan bakar merupakan salah satu sistem yang mendukung pengoperasian mesin induk, maka karena itu sangatlah penting untuk menjaga kualitas dari bahan bakar yang digunakan di atas kapal. Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi buruknya kualitas sistem bahan bakar, untuk mengetahui dampak apa yang ditimbulkan dari tidak optimalnya perawatan sistem bahan bakar dan untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengoptimalisasi perawatan sistem bahan bakar untuk menunjang kinerja dari mesin induk di MV. Thomas Selmer. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengolahan data fishbone untuk menggambarkan dan menjelaskan objek yang diteliti. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui observasi, dan wawancara, fishbone diagram adalah sebuah teknik pengolahan data yang digunakan untuk meningkatkan kualitas. Diagram ini menunjukan hubungan antara sebab dan akibat dari suatu permasalahan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas bahan bakar pada MV Thomas Selmer meliputi kinerja tidak optimal HFO purifier, keterbatasan chemical treatment, bahan bakar yang tidak sesuai standar ISO 8217, dan tidak dilakukannya fuel oil analysis di atas kapal.Dampak dari perawatan yang tidak optimal meliputi penurunan tekanan pompa, alarm failure pada purifier, peningkatan volume sludge tank, serta penyumbatan nozzle injector yang mengganggu kinerja mesin induk.Upaya optimalisasi mencakup peningkatan kesadaran kru untuk melakukan fuel oil analysis, penerapan chemical treatment pada tangki penyimpanan, serta perawatan rutin sesuai PMS pada komponen utama seperti purifier, heater, pompa, injector, dan filter.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan sensor elektronik berbasis IoT untuk pemantauan kualitas bahan bakar HFO secara real‑time di atas kapal, sehingga dapat dibandingkan efektivitasnya dengan analisis laboratorium tradisional yang dilakukan secara periodik. Selain itu, diperlukan studi komparatif terhadap alternatif bahan kimia ramah lingkungan, seperti aditif biodegradable, dalam proses chemical treatment HFO untuk menilai kemampuan mereka dalam mengurangi pembentukan sludge serta meningkatkan performa mesin induk. Selanjutnya, dapat dikembangkan model prediktif berbasis data operasional kapal yang mengoptimalkan jadwal perawatan komponen sistem bahan bakar—purifier, pompa, dan filter—dengan tujuan meminimalkan penurunan tekanan serta kegagalan sistem. Penelitian keempat dapat menguji integrasi metode machine learning untuk mengidentifikasi pola kegagalan dini pada sistem bahan bakar berdasarkan parameter suhu, viskositas, dan tekanan, yang diharapkan memperpanjang umur peralatan. Akhirnya, studi longitudinal yang melibatkan beberapa kapal bulk carrier serupa dapat memberikan wawasan tentang variabilitas faktor eksternal seperti kualitas bahan bakar bunker dan ketersediaan suku cadang terhadap keberhasilan strategi perawatan yang diusulkan.

  1. ANALISIS PENYEBAB KECACATAN PRODUK DENGAN METODE FISHBONE DIAGRAM DAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA)... doi.org/10.25157/jig.v4i2.3021ANALISIS PENYEBAB KECACATAN PRODUK DENGAN METODE FISHBONE DIAGRAM DAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS FMEA doi 10 25157 jig v4i2 3021
  2. Heavy Fuel Treatment As The Main Fuel On Board | Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. heavy fuel treatment... doi.org/10.59141/jist.v4i8.687Heavy Fuel Treatment As The Main Fuel On Board Jurnal Indonesia Sosial Teknologi heavy fuel treatment doi 10 59141 jist v4i8 687
Read online
File size1.34 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test