UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan kronis pada sendi. Meskipun etiologi penyakit ini tidak diketahui secara pasti, penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya kontribusi faktor genetik dan lingkungan dalam patologi RA. Merokok merupakan faktor lingkungan yang paling berpengaruh secara signifikan dalam perkembangan dan keparahan penyakit ini. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh merokok terhadap RA. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa intensitas maupun durasi merokok memiliki hubungan langsung dengan peningkatan risiko perkembangan RA. Selain itu, terdapat peningkatan kadar antibodi rheumatoid factor dan anticitrullinated peptide antibodies pada pasien RA yang memiliki kebiasaan merokok, dimana antibodi tersebut berhubungan dengan penghancuran sendi. Namun sebaliknya beberapa penelitian melaporkan adanya penurunan frekuensi RA pada pasien merokok. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan nikotin pada rokok yang mempunyai efek inhibitori salah satunya dengan cara memodulasi respons imun, menekan produksi sitokin pro-inflamasi Tumor Necrosis Factor alfa (TNF-) yang banyak ditemukan pada pasien RA, telah dibuktikan secara in vivo dan in vitro. Pengaruh asap rokok dan nikotin pada perkembangan RA perlu diteliti lebih lanjut untuk memberikan gambaran patogenesis dan pemahaman yang lebih baik lagi.

Merokok merupakan faktor risiko yang paling berperan terhadap perkembangan RA, dengan cara mempengaruhi respon imun bawaan maupun adaptif, yang mengarah pada perubahan kekebalan seluler dan humoral yang menyebabkan peradangan sistemik.Namun di sisi lain, nikotin yang terkandung dalam rokok mempunyai efek inhibitori yang dapat menekan mediator inflamasi yang berperan pada perkembangan RA.Efek asap rokok dan nikotin dalam patogenesis RA masih harus dievaluasi dengan adanya penelitian yang lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penelitian dan tinjauan literatur, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh nikotin dalam merokok terhadap perkembangan RA. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi mekanisme molekuler di balik efek inhibitori nikotin pada mediator inflamasi yang terlibat dalam patogenesis RA. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada interaksi antara nikotin dan sistem imun, khususnya dalam menekan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α. Dengan memahami mekanisme ini, kita dapat mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah atau mengobati RA pada perokok. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi penggunaan nikotin sebagai terapi alternatif untuk mengurangi peradangan pada RA, dengan mempertimbangkan dosis dan rute administrasinya. Penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara merokok dan RA, serta membuka peluang untuk pengembangan terapi baru yang lebih spesifik dan efektif.

  1. Roh: Smoking as a Preventable Risk Factor for Rheumatoid Arthritis: Rationale for Smoking Cessation Treatment... doi.org/10.4078/jrd.2019.26.1.12Roh Smoking as a Preventable Risk Factor for Rheumatoid Arthritis Rationale for Smoking Cessation Treatment doi 10 4078 jrd 2019 26 1 12
Read online
File size359.67 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test