STIK SAMSTIK SAM

Prosiding Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan SamarindaProsiding Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Ketidakpatuhan terhadap pengobatan adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar. Kurangnya kepatuhan terhadap obat antihipertensi adalah alasan utama kontrol hipertensi yang buruk. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepatuhan sangat kompleks dan beragam, salah satunya adalah dukungan sosial (keluarga). Dukungan keluarga memainkan peran penting dalam perawatan kesehatan, karena dengan dukungan keluarga pencapaian keluarga yang sehat akan tercapai. Dukungan keluarga dapat berupa informasi tentang penyakit mereka atau pengingat untuk minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Muara Wis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan metode cross sectional, yaitu desain penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu. Data dikumpulkan menggunakan metode kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale). Objek penelitian ini adalah hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi di Puskesmas Muara Wis berusia >18 tahun. Analisis data dalam penelitian ini adalah metode analisis korelasi peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Muara Wis berdasarkan kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) menunjukkan bahwa pasien hipertensi memiliki kepatuhan rendah 52%, kepatuhan sedang 29% dan kepatuhan tinggi 19%. Berdasarkan penghitungan pil, tingkat kepatuhan rendah, yaitu 51%, kepatuhan sedang 29% dan kepatuhan tinggi 20%. Pasien hipertensi yang menerima dukungan rendah dari keluarga berjumlah 54%, responden yang menerima dukungan keluarga sedang berjumlah 26% dan responden yang menerima dukungan keluarga tinggi berjumlah 20%. Ada hubungan yang sangat kuat antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Muara Wis dengan koefisien korelasi (r) 0,805.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi.Nilai koefisien korelasi (r) 0,805 bermakna bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat (0,80 –1,000).

Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan penelitian ini dengan fokus pada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi, seperti pengetahuan pasien tentang penyakitnya, akses terhadap layanan kesehatan, dan dukungan sosial dari komunitas atau kelompok dukungan. 2. Melakukan intervensi atau program edukasi yang ditujukan kepada keluarga pasien hipertensi untuk meningkatkan dukungan dan pemahaman mereka tentang pentingnya kepatuhan minum obat. 3. Meneliti lebih lanjut tentang efektivitas dan manfaat dari intervensi keluarga dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi, serta mengukur dampak jangka panjangnya terhadap kontrol hipertensi dan kualitas hidup pasien.

Read online
File size49.19 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test