UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Helicobacter pylori (H. pylori) dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan dua kondisi gastrointestinal yang umum dan memerlukan penanganan yang efektif untuk mencegah komplikasi serius. Salah satu terapi utama yang digunakan adalah Proton Pump Inhibitors (PPI), seperti lansoprazole dan esomeprazole, yang berperan dalam eradikasi H. pylori serta pengelolaan GERD. Meskipun kedua obat ini memiliki mekanisme kerja yang serupa, efektivitas dan efisiensinya dapat bervariasi, sehingga perbandingan antara keduanya menjadi relevan dalam praktik klinis. Oleh karena itu, tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas lansoprazole dan esomeprazole berdasarkan berbagai studi terkini terkait eradikasi H. pylori dan pengobatan GERD. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa baik esomeprazole maupun lansoprazole terbukti efektif dalam terapi H. pylori dan GERD, namun esomeprazole menunjukkan efektivitas yang lebih baik dalam beberapa kondisi klinis tertentu serta lebih cost-effective dibandingkan lansoprazole.

Lansoprazole dan esomeprazole sama-sama efektif dalam terapi GERD dan eradikasi H.pylori, dengan keunggulan masing-masing dalam aspek tertentu.Esomeprazole lebih unggul dalam menekan keasaman lambung lebih lama dan meningkatkan efektivitas eradikasi H.pylori, sedangkan lansoprazole lebih efektif dalam meredakan nyeri perut dan lebih ekonomis.Oleh karena itu, pemilihan PPI harus dilakukan secara individual berdasarkan kondisi klinis pasien, tolerabilitas, dan faktor ekonomi.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan merancang uji klinis terkontrol secara acak yang membandingkan efektivitas jangka panjang serta keamanan lansoprazole, esomeprazole, dan vonoprazan dalam eradikasi Helicobacter pylori dan pengelolaan Gastroesophageal Reflux Disease pada populasi Indonesia, sehingga dapat mengidentifikasi pilihan terapi optimal berdasarkan hasil klinis. Selain itu, studi farmakogenomik yang menilai pengaruh variasi genetik CYP2C19 terhadap respons terapi PPI di antara pasien Indonesia diperlukan untuk memahami perbedaan individu dalam efektivitas dan risiko efek samping, yang dapat membantu personalisasi pengobatan. Selanjutnya, analisis cost‑effectiveness yang mencakup kualitas hidup yang disesuaikan dengan tahun (QALY) untuk ketiga obat tersebut dalam berbagai setting kesehatan harus dilakukan, guna memberikan rekomendasi kebijakan yang berbasiskan bukti ekonomi serta klinis.

Read online
File size309.15 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test