PHARMREPPHARMREP
Pharmacy ReportsPharmacy ReportsResistensi antibiotik pada Propionibacterium acnes semakin meningkat, sehingga diperlukan agen anti‑acne alternatif. Ruellia tuberosa L. (Acanthaceae) telah terbukti memiliki potensi antibakteri, namun aktivitasnya terhadap P. acnes belum dievaluasi. Penelitian ini menyelidiki aktivitas antibakteri yang bergantung pada konsentrasi dari ekstrak etanol daun R. tuberosa terhadap P. acnes ATCC 6919. Daun diekstrak dengan metode makerasi menggunakan etanol 96 %. Kelas fitokimia diidentifikasi menggunakan kromatografi lapis tipis. Aktivitas antibakteri dinilai dengan metode difusi disk Kirby‑Bauer secara triplikat (n = 3) pada konsentrasi 15 %, 20 %, 25 %, 30 %, dan 35 % (w/v), dengan 0,1 % klindamisin dan air distilasi sebagai kontrol positif dan negatif masing‑masing. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dengan uji post‑hoc Tukey HSD. TLC mengonfirmasi keberadaan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Zona inhibisi meningkat dari 5,00 ± 1,30 mm (15 %, lemah) hingga 11,82 ± 0,84 mm (35 %, kuat), dibandingkan dengan 22,05 ± 0,27 mm untuk klindamisin. Perbedaan signifikan terdeteksi di semua grup (p < 0,0001). Konsentrasi 30 % merupakan konsentrasi terendah yang menghasilkan aktivitas kuat, tanpa keuntungan signifikan bila ditingkatkan menjadi 35 %. Ekstrak etanol daun R. tuberosa menunjukkan aktivitas antibakteri yang bergantung pada konsentrasi terhadap P. acnes, dengan konsentrasi 30 % diidentifikasi sebagai optimal, sehingga memerlukan investigasi lebih lanjut untuk pengembangan formulasi anti‑acne botanical.
menunjukkan aktivitas antibakteri yang bergantung pada konsentrasi terhadap Propionibacterium acnes ATCC 6919.Konsentrasi 30 % memberikan aktivitas inhibisi kuat yang setara dengan konsentrasi 35 %, menjadikannya konsentrasi optimal yang menyeimbangkan efektivitas dan efisiensi.tuberosa sebagai agen anti‑acne botani dan memberikan dasar untuk penentuan MIC, pengembangan formulasi berbasis bioassay, serta evaluasi klinis lebih lanjut.
Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada (1) penentuan konsentrasi inhibitor minimum (MIC) dan konsentrasi bakterisidal minimum (MBC) ekstrak etanol daun Ruellia tuberosa L. terhadap berbagai isolat klinis Propionibacterium acnes, termasuk strain yang telah menunjukkan resistensi terhadap antibiotik konvensional, guna menilai spektrum aktivitas antibakteri yang lebih luas. (2) melakukan fraksinasi berbasis bioassay untuk memisahkan dan mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas efek antibakteri, serta menyelidiki mekanisme sinergi antar senyawa tersebut melalui uji in vitro dan analisis docking molekuler, sehingga dapat mengoptimalkan potensi terapeutik ekstrak. (3) mengembangkan formulasi topikal yang mengandung konsentrasi optimal 30 % ekstrak, kemudian mengevaluasi keamanan kulit, stabilitas formulasi, kemampuan menghambat pembentukan biofilm, dan efektivitas anti‑acne pada model hewan percobaan, yang sekaligus memberikan data pra‑klinis penting untuk transisi ke uji klinis pada manusia. Ketiga arah kajian tersebut akan melengkapi temuan awal, memperkuat dasar ilmiah, dan mempercepat penerapan R. tuberosa sebagai alternatif terapeutik anti‑acne yang berkelanjutan.
- Uji Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kencana Ungu (Ruellia tuberosa L.) | Walisongo... doi.org/10.21580/wjc.v3i2.6119Uji Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kencana Ungu Ruellia tuberosa L Walisongo doi 10 21580 wjc v3i2 6119
- Concentration-dependent antibacterial activity of Ruellia tuberosa L. leaf ethanol extract against Propionibacterium... doi.org/10.51511/pr.112Concentration dependent antibacterial activity of Ruellia tuberosa L leaf ethanol extract against Propionibacterium doi 10 51511 pr 112
- Ethnomedicinal Uses, Phytochemistry, Pharmacology, and Toxicology of Ruellia tuberosa L.: A Review -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/cbdv.202400292Ethnomedicinal Uses Phytochemistry Pharmacology and Toxicology of Ruellia tuberosa L A Review onlinelibrary wiley doi 10 1002 cbdv 202400292
- Propionibacterium acnes and Acne Vulgaris: New Insights from the Integration of Population Genetic, Multi-Omic,... doi.org/10.3390/microorganisms7050128Propionibacterium acnes and Acne Vulgaris New Insights from the Integration of Population Genetic Multi Omic doi 10 3390 microorganisms7050128
- Prevalensi dan Gambaran Epidemiologi Akne Vulgaris di Provinsi Lampung | Jurnal Kedokteran Universitas... doi.org/10.23960/jkunila.v3i2.pp308-312Prevalensi dan Gambaran Epidemiologi Akne Vulgaris di Provinsi Lampung Jurnal Kedokteran Universitas doi 10 23960 jkunila v3i2 pp308 312
| File size | 309.05 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ADMIADMI Tumor intra‑abdomen terkait testis tidak turun (undescended testis) jarang terjadi dan dapat muncul dengan gejala tidak spesifik menyerupai kondisi abdominalTumor intra‑abdomen terkait testis tidak turun (undescended testis) jarang terjadi dan dapat muncul dengan gejala tidak spesifik menyerupai kondisi abdominal
UMNUMN Dengan menganalisis 2. 808 observasi dari data panel kuartalan 145 perusahaan selama 2019 hingga 2023, penelitian ini menggunakan model regresi efek tetapDengan menganalisis 2. 808 observasi dari data panel kuartalan 145 perusahaan selama 2019 hingga 2023, penelitian ini menggunakan model regresi efek tetap
STIKES BHMSTIKES BHM Stunting adalah kegagalan pertumbuhan linier kronis akibat interaksi kekurangan gizi kronik, infeksi berulang, serta kondisi lingkungan dan sosial selamaStunting adalah kegagalan pertumbuhan linier kronis akibat interaksi kekurangan gizi kronik, infeksi berulang, serta kondisi lingkungan dan sosial selama
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Latar Belakang: Acne Vulgaris timbul akibat peradangan folikel pilosebasea yang ditandai dengan munculnya komedo, pustule, dan nodule pada wajah, bahu,Latar Belakang: Acne Vulgaris timbul akibat peradangan folikel pilosebasea yang ditandai dengan munculnya komedo, pustule, dan nodule pada wajah, bahu,
FMIPAUKITFMIPAUKIT Hasil uji antipyretik dan analisis ANOVA mengindikasikan bahwa dosis 300 mg/200 g berat badan memberikan penurunan suhu yang konsisten dan setara denganHasil uji antipyretik dan analisis ANOVA mengindikasikan bahwa dosis 300 mg/200 g berat badan memberikan penurunan suhu yang konsisten dan setara dengan
PDGIPDGI Penegakan diagnosis yang baik dapat menentukan pengobatan yang tepat. Anemia salah satunya dapat disebabkan oleh penyakit tuberkulosis abdomen dan menimbulkanPenegakan diagnosis yang baik dapat menentukan pengobatan yang tepat. Anemia salah satunya dapat disebabkan oleh penyakit tuberkulosis abdomen dan menimbulkan
WYMWYM Teknik analisa menggunakan uji validitas konvergen, uji reliabilitas, uji discriminant, evaluasi structural model, dan pengujian hipotesis dengan pathTeknik analisa menggunakan uji validitas konvergen, uji reliabilitas, uji discriminant, evaluasi structural model, dan pengujian hipotesis dengan path
USNSJUSNSJ Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan 3 tahap dari model 4-D. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan 3 tahap dari model 4-D. Hasil penelitian menunjukkan
Useful /
GERAKANEDUKASIGERAKANEDUKASI Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 peserta didik kelas III, terdapat empat peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan. KesulitanHasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 peserta didik kelas III, terdapat empat peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Kesulitan
INFLUENCE JOURNALINFLUENCE JOURNAL Perlindungan hukum konsumen dalam skema kredit properti non-bank syariah di Indonesia masih sangat suboptimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya regulasiPerlindungan hukum konsumen dalam skema kredit properti non-bank syariah di Indonesia masih sangat suboptimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya regulasi
INFLUENCE JOURNALINFLUENCE JOURNAL Oleh karena itu, pelatihan yang ditujukan diperlukan untuk meningkatkan kapasitas komunitas lokal dalam manajemen pariwisata dan promosi digital untukOleh karena itu, pelatihan yang ditujukan diperlukan untuk meningkatkan kapasitas komunitas lokal dalam manajemen pariwisata dan promosi digital untuk
ORLIORLI Tujuan: Untuk membandingkan tingkat ekspresi gen TNF-α pada pasien rinosinusitis kronis disertai polip hidung dengan tanpa polip hidung. Metode: PenelitianTujuan: Untuk membandingkan tingkat ekspresi gen TNF-α pada pasien rinosinusitis kronis disertai polip hidung dengan tanpa polip hidung. Metode: Penelitian