ICPA BANYUWANGIICPA BANYUWANGI

SKYHAWK : Jurnal Aviasi IndonesiaSKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia

Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat integrasi transportasi multimoda antara layanan kereta api dan fasilitas bandara menggunakan pendekatan Intermodal Seamless Mobility (ISM) di Bandar Udara Adi Soemarmo, Indonesia. Metode studi kasus deskriptif kuantitatif digunakan melalui observasi lapangan dan pengukuran langsung dari tiga indikator kunci: Jarak Tempuh (WD), Waktu Transfer (TT), dan Indeks Gesekan Bagasi (BFI). Indikator-indikator ini disintesis menjadi Indeks Mobilitas Seamless Antar Moda (ISMI) untuk menilai konektivitas transfer. Hasilnya menunjukkan Jarak Tempuh sebesar 146 meter, Waktu Transfer 4 menit, dan BFI 0,547. Berdasarkan model indikator tertimbang, nilai ISMI yang dihitung adalah 0,6697, yang masuk dalam kategori Good Seamless. Temuan ini menunjukkan bahwa transfer penumpang dari stasiun kereta api ke terminal bandara relatif efisien, nyaman, dan terintegrasi secara fungsional. Namun, perbaikan lebih lanjut diperlukan untuk mencapai kategori Highly Seamless, terutama melalui peningkatan fasilitas penanganan bagasi, penambahan travelator, perbaikan sistem penunjuk arah, dan integrasi informasi antar moda yang lebih kuat.

Studi ini mengonfirmasi bahwa sistem transportasi multimoda kereta api-bandara di Bandar Udara Adi Soemarmo Internasional telah mencapai tingkat integrasi antar moda yang baik (ISMI = 0,6697).Sistem ini menunjukkan kinerja yang kuat dalam efisiensi jarak tempuh dan waktu transfer, sementara penanganan bagasi tetap menjadi area paling kritis untuk perbaikan.Meskipun kondisi saat ini sudah mendukung mobilitas antar moda yang efisien, sistem belum mencapai ambang batas Mobilitas Seamless Tinggi (>0,80).Oleh karena itu, perbaikan strategis yang berfokus pada optimasi ruang, efisiensi aliran penumpang, dan infrastruktur penanganan bagasi diperlukan.Kesimpulannya, sistem integrasi ini secara fungsional berhasil tetapi belum sepenuhnya dioptimalkan, dan dengan peningkatan yang ditargetkan, memiliki potensi kuat untuk menjadi model integrasi transportasi multimoda berperforma tinggi dalam sistem bandara regional di Indonesia.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang pengalaman pengguna dalam sistem transfer antar moda, terutama terkait dengan kenyamanan dan kemudahan dalam membawa bagasi. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam atau observasi partisipan, untuk memahami perspektif pengguna secara lebih mendalam. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan dan implementasi sistem informasi yang terintegrasi secara penuh antara moda kereta api dan bandara. Sistem informasi yang terintegrasi dapat membantu pengguna dalam merencanakan perjalanan, mendapatkan informasi real-time tentang jadwal dan kondisi transportasi, serta memfasilitasi proses transfer yang lebih lancar. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam sistem transfer antar moda. Misalnya, penelitian dapat menyelidiki potensi penggunaan teknologi otomatisasi, seperti robot pengangkut bagasi atau sistem navigasi indoor yang canggih, untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan mengurangi hambatan dalam proses transfer.

Read online
File size1.15 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test