POLTEKBANGSBYPOLTEKBANGSBY

Jurnal PenelitianJurnal Penelitian

Antena merupakan salah satu perangkat penting yang ada pada sistem navigasi Doppler VOR (DVOR). Saat ini pengembangan antena dengan biaya produksi rendah menjadi salah satu alternatif tujuan para peneliti. Salah satu teknologi yang banyak digunakan sebagai solusinya adalah antena berbasis mikrostrip. Sebab antena berbasis mikrostrip menawarkan biaya produksi yang sangat rendah dibandingkan dengan jenis antena lain. Antena yang dipakai pada sistem DVOR saat ini adalah antena Alford Loop. Pada penelitian ini dilakukan perancangan antena mikrostrip rectangular dengan pencatuan coaxial sebagai alternatif antena DVOR yang bekerja pada frekuensi VHF (frekuensi 108-118 MHz), sehingga hal ini memungkinkan biaya produksi yang lebih murah dibandingkan antenna Alford Loop pada umumnya. Perancangan dan simulasi antena dilakukan menggunakan software CST Microwave Studio menggunakan material FR-4 dengan konstanta dielektrik (ε𝑟 = 4.3). Hasil perancangan dan simulasi antena menunjukkan return loss (S11) sebesar -16.1 dB dan gain sebesar 4 dB pada frekuensi 113 MHz. Dari hasil simulasi juga dapat diketahui bahwa memiliki polarisasi linier horizontal dan polaradiasi yang bersifat omni-directional.

Dari perancangan antena mikrostrip rectangular dengan pencatuan coaxial didapatkan hasil parameter yang sangat baik pada frekuensi 113 MHz, antara lain S11 = -16.Hasil tersebut sudah sangat memenuhi spesifikasi yang ditentukan untuk aplikasi DVOR sehingga antena mikrostrip ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif antena pada aplikasi DVOR.

Melihat potensi besar antena mikrostrip sebagai alternatif yang lebih hemat biaya untuk sistem DVOR, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan yang lebih komprehensif agar dapat diimplementasikan secara praktis. Pertama, akan sangat berharga untuk mengeksplorasi bagaimana desain antena mikrostrip ini dapat diperluas agar mencakup seluruh rentang frekuensi operasional DVOR, yaitu dari 108 hingga 118 MHz, bukan hanya pada frekuensi tunggal. Ini bisa melibatkan penelitian tentang teknik antena rekonfigurasi atau desain multi-band yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai frekuensi tanpa perlu mengubah perangkat keras secara fisik, sehingga meningkatkan fleksibilitas dan adaptabilitas sistem. Pendekatan ini akan memastikan bahwa antena mikrostrip dapat berfungsi secara efektif di seluruh spektrum yang diperlukan oleh navigasi udara modern. Kedua, mengingat ukuran antena mikrostrip rectangular saat ini yang relatif besar untuk frekuensi VHF, penelitian tentang metode miniaturisasi menjadi krusial. Teknik seperti penggunaan patch dengan bentuk berliku (meander), penambahan slot, atau eksplorasi material substrat dengan konstanta dielektrik yang lebih tinggi dapat diinvestigasi untuk secara signifikan mengurangi dimensi fisik antena tanpa mengorbankan kinerja radiasi yang penting. Ukuran yang lebih kecil akan mempermudah fabrikasi massal dan instalasi di lapangan, terutama untuk sistem yang membutuhkan banyak elemen antena. Terakhir, karena sistem DVOR memerlukan susunan antena (array), studi tentang integrasi desain antena mikrostrip ini ke dalam konfigurasi array lengkap menjadi sangat penting. Penelitian ini harus menganalisis bagaimana elemen-elemen antena mikrostrip berinteraksi satu sama lain, bagaimana pola radiasi array dapat dikendalikan untuk menghasilkan sinyal sideband yang akurat, serta bagaimana potensi masalah seperti kopling antar-elemen dapat dimitigasi. Hal ini akan memberikan gambaran lengkap tentang kelayakan teknis dan ekonomis antena mikrostrip sebagai pengganti total antena Alford Loop dalam sistem DVOR yang sebenarnya.

Read online
File size595.9 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test