UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA
JURNAL PELANGIJURNAL PELANGIPenelitian ini dilatar belakangi oleh kecerdasan kinestetik anak dikelompok B kelas intan di KB Nusantara Balikpapan yang masih belum optimal. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian adalah anak kelompok B kelas Intan berjumlah 14 anak yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya meningkatkan kecerdasan kinestetik melalui permainan lari estafet. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus memiliki tiga kali pertemuan, dengan tahap kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat kecerdasan kinestetik anak setelah melakukan intervensi permainan lari estafet. Persentase anak dengan penilaian BSB (Berkembang Sangat Baik) meningkat dari 12,43% pada siklus I menjadi 43,43% pada siklus II. Temuan dari penelitian ini adanya peningkatan koordinasi tubuh anak setelah mengikuti rangkaian kegiatan lari estafet. Hal ini terlihat kemampuan koordinasi saat melewati rintangan sambil berlari yang kemudian tongkat harus di serahkan ke temannya selanjutnya. Kesimpulannya, permainan lari estafet merupakan salah satu upaya yang efektif dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik anak usia 5-6 tahun. Oleh karena itu, disarankan bagi pendidik untuk memasukkan permainan ini dalam kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan hasil pengamatan pada setiap siklus, permainan lari estafet berhasil meningkatkan kecerdasan kinestetik anak kelompok B kelas Intan di KB Nusantara Balikpapan, dengan persentase BSB naik dari 12,41% pada siklus I menjadi 43,43% pada siklus II.Penelitian menunjukkan bahwa intervensi ini efektif dalam menstimulasi kecerdasan kinestetik pada anak usia 5‑6 tahun serta meningkatkan koordinasi tubuh.Selain meningkatkan kecerdasan kinestetik, permainan lari estafet juga memperkuat kerja sama, memahami konsep menang‑kalah, dan menumbuhkan semangat berkompetisi pada anak.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai jenis permainan kinestetik, seperti tari atau rintangan, terhadap perkembangan kecerdasan kinestetik pada anak usia 4‑7 tahun serta membandingkannya dengan permainan lari estafet yang telah terbukti efektif. Selain itu, studi jangka panjang yang melibatkan intervensi lari estafet selama satu semester atau lebih dapat mengkaji dampak berkelanjutan terhadap retensi keterampilan motorik dan pencapaian akademik anak. Selanjutnya, penelitian yang melibatkan partisipasi orang tua dengan mengintegrasikan aktivitas kinestetik di rumah dapat menilai kontribusi dukungan keluarga dalam memperkuat hasil yang diperoleh dari program sekolah, sehingga menghasilkan pendekatan holistik dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik anak.
| File size | 500.53 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Teori Levine, yang menekankan pentingnya adaptasi individu terhadap perubahan lingkungan, memberikan kerangka kerja yang relevan untuk memahami dan mengelolaTeori Levine, yang menekankan pentingnya adaptasi individu terhadap perubahan lingkungan, memberikan kerangka kerja yang relevan untuk memahami dan mengelola
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Teori Comfort Kolcaba dapat digunakan sebagai landasan dalam merawat anak dengan Deman Berdarah Dengue yang sedang mengalami demam, gangguan kebutuhanTeori Comfort Kolcaba dapat digunakan sebagai landasan dalam merawat anak dengan Deman Berdarah Dengue yang sedang mengalami demam, gangguan kebutuhan
STIKESHBSTIKESHB Autisme adalah gangguan perkembangan yang parah pada anak, perkembangan mereka menjadi terganggu terutama dalam komunikasi, interaksi, dan perilaku. PeranAutisme adalah gangguan perkembangan yang parah pada anak, perkembangan mereka menjadi terganggu terutama dalam komunikasi, interaksi, dan perilaku. Peran
IAIDARUSSALAMIAIDARUSSALAM Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kegiatan menggunting dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Kelompok BermainTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kegiatan menggunting dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Kelompok Bermain
UINSIUINSI Penelitian ini mengimplikasikan bahwa time-out, apabila diterapkan sebagai strategi reflektif dan edukatif, dapat berkontribusi dalam menumbuhkan perilakuPenelitian ini mengimplikasikan bahwa time-out, apabila diterapkan sebagai strategi reflektif dan edukatif, dapat berkontribusi dalam menumbuhkan perilaku
OJSOJS Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pra-menulis dengan pasir kinetik memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan motorik halus anak. Dapat disimpulkanHasil menunjukkan bahwa kegiatan pra-menulis dengan pasir kinetik memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan motorik halus anak. Dapat disimpulkan
UnwahasUnwahas Pengukuran nilai viskositas serum F0, F2 dan F3 berturut‑turut 655, 1810 dan 2776 cps. Hasil uji iritasi serum F2 dan F3 pada hewan kelinci tidak menunjukkanPengukuran nilai viskositas serum F0, F2 dan F3 berturut‑turut 655, 1810 dan 2776 cps. Hasil uji iritasi serum F2 dan F3 pada hewan kelinci tidak menunjukkan
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Dari hasil evaluasi terlihat bahwa penguasaan materi model pembelajaran hybrid learning terbagi atas kategori sangat baik 25%, baik 65%, sedang 8%, kurangDari hasil evaluasi terlihat bahwa penguasaan materi model pembelajaran hybrid learning terbagi atas kategori sangat baik 25%, baik 65%, sedang 8%, kurang
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Riwayat pemberian ASI Ekslusif terhadap kejadian stunting pada Balita. Metodologi Penelitian:Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Riwayat pemberian ASI Ekslusif terhadap kejadian stunting pada Balita. Metodologi Penelitian:
POLINELAPOLINELA sebesar 57,84%, sedangkan hijau tua sebesar 32,32%. Penelitian ini menegaskan potensi jamur antagonis sebagai agen biokontrol yang efektif dalam pertaniansebesar 57,84%, sedangkan hijau tua sebesar 32,32%. Penelitian ini menegaskan potensi jamur antagonis sebagai agen biokontrol yang efektif dalam pertanian
UnwahasUnwahas Secara keseluruhan, studi ini bermanfaat untuk pengembangan kapulaga jawa dan trans-nerolidol B sebagai kandidat dari bahan alam sebagai antiinflamasiSecara keseluruhan, studi ini bermanfaat untuk pengembangan kapulaga jawa dan trans-nerolidol B sebagai kandidat dari bahan alam sebagai antiinflamasi
UnwahasUnwahas Penelitian ini menemukan bahwa ceftriaxone merupakan antibiotik dengan penggunaan tertinggi, dengan nilai DDD 25,54 per 100 hari, diikuti oleh cefotaximePenelitian ini menemukan bahwa ceftriaxone merupakan antibiotik dengan penggunaan tertinggi, dengan nilai DDD 25,54 per 100 hari, diikuti oleh cefotaxime