HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA

JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYAJURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Latar Belakang: Stunting merupakan permasalahan gizi kronis pada anak yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Faktor yang mempengaruhi dari stunting adalah pola pengasuhan ibu terhadap anak salah satunya dalam pemberian ASI. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Riwayat pemberian ASI Ekslusif terhadap kejadian stunting pada Balita. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desian penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada balita di wilayah Jakarta. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan didapatkan sejumlah 73 sampel. Adapun kriteria responden yang akan dilibatkan dalam penelitian ini adalah ibu balita. Hasil: Penelitian ini dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil uji statistic diperoleh nilai p=0,774 yang artinya bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara Riwayat pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting. Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting.

Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kejadian Stunting pada balita.Perlu adanya penelitian lanjut dengan mempertimbangkan faktor faktor lain yang terkait dengan kejadian stunting.

Untuk memperkaya pemahaman mengenai penyebab stunting, penelitian selanjutnya perlu melampaui fokus tunggal pada riwayat pemberian ASI eksklusif. Mengingat hasil studi ini tidak menemukan hubungan signifikan, disarankan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai interaksi kompleks antara berbagai faktor risiko stunting lainnya. Misalnya, bagaimana kombinasi praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang tidak tepat, inisiasi menyusui dini (IMD) yang terlambat, serta kondisi sanitasi lingkungan dan akses terhadap pelayanan kesehatan mempengaruhi kejadian stunting. Penelitian dapat dirancang sebagai studi kohort untuk melacak perkembangan gizi balita seiring waktu, memungkinkan identifikasi pola dan faktor kausal yang lebih kuat dibandingkan desain cross-sectional. Selain itu, dengan mempertimbangkan temuan bahwa pekerjaan ibu dapat memengaruhi frekuensi dan durasi menyusui, studi masa depan dapat mengeksplorasi secara komprehensif dampak kebijakan dan dukungan di tempat kerja terhadap keberhasilan praktik menyusui yang optimal. Ini dapat mencakup analisis efektivitas program edukasi bagi ibu bekerja atau kebijakan cuti melahirkan yang lebih fleksibel dalam mendukung pemberian ASI berkesinambungan. Pertanyaan kunci yang bisa dijawab adalah: strategi dukungan apa yang paling efektif bagi ibu bekerja untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas pemberian ASI, sehingga secara tidak langsung berkontribusi pada penurunan risiko stunting?.

Read online
File size281.61 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test