STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proporsi daging ayam (Gallus gallus) dan jantung pisang (Musa paradisiaca) terhadap kadar protein, kadar serat, kadar air, serta daya terima abon. Penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali replikasi untuk analisis protein dan serat, serta dua kali replikasi untuk kadar air. Metode uji organoleptik hedonik digunakan untuk mengevaluasi daya terima. Hasil menunjukkan bahwa proporsi daging ayam dan jantung pisang berpengaruh signifikan terhadap kadar protein (p = 0,049), serat (p = 0,007), dan kadar air (p = 0,001). Namun, kadar serat dan air tidak memenuhi standar kualitas, sementara kadar protein sudah memenuhi syarat. Daya terima warna abon paling tinggi pada perlakuan P0, sedangkan aroma, tekstur, dan rasa tidak menunjukkan perbedaan signifikan.

Rata-rata kadar protein, serat, dan air tertinggi pada abon berbahan dasar daging ayam dan jantung pisang secara berturut-turut adalah 43,05%.Daya terima warna, aroma, tekstur, dan rasa tertinggi terdapat pada perlakuan P0.Proporsi daging ayam dan jantung pisang berpengaruh signifikan terhadap kadar protein, serat, dan air abon.Namun, kadar serat dan air tidak memenuhi standar kualitas, sementara daya terima aroma, tekstur, dan rasa tidak terpengaruh oleh perubahan proporsi bahan baku.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada penggunaan bahan tambahan alami untuk meningkatkan kualitas serat dan kadar air abon agar memenuhi standar nasional. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh suhu dan durasi penyimpanan terhadap stabilitas nutrisi dan daya terima abon dengan proporsi bahan baku yang berbeda. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi preferensi konsumen di wilayah lain untuk memperluas aplikasi abon berbasis daging ayam dan jantung pisang secara nasional.

Read online
File size122.46 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test