UNJAYAUNJAYA

MEDIA ILMU KESEHATANMEDIA ILMU KESEHATAN

Latar Belakang: Penyalahgunaan obat terlarang dan meningkatnya risiko penyakit menular pada remaja merupakan isu kesehatan yang saling berkaitan dan membutuhkan perhatian serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang penyalahgunaan obat terlarang dan upaya pencegahan penyakit menular di kalangan remaja. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Februari-April 2026 di SMP X Semarang. Sampel penelitian berjumlah 188 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (96,8%) dan upaya pencegahan penyakit menular yang tinggi (95,7%). Namun, hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel (p-value = 0,126). Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa pengetahuan saja belum cukup untuk memengaruhi perilaku pencegahan, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam intervensi kesehatan remaja.

Sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi terkait penyalahgunaan obat terlarang dan pencegahan penyakit menular, namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan upaya pencegahan.Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan saja belum cukup membentuk perilaku sehat, karena dipengaruhi oleh faktor lain seperti sikap, lingkungan, dan peran keluarga.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui edukasi inovatif berbasis media digital serta keterlibatan orang tua dan lingkungan.

Untuk meningkatkan efektivitas intervensi kesehatan remaja, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi inovatif yang memanfaatkan teknologi digital. Misalnya, menciptakan konten audiovisual menarik di platform media sosial yang populer di kalangan remaja, seperti TikTok atau Instagram, untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka tentang bahaya penyalahgunaan obat terlarang dan pencegahan penyakit menular. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran orang tua dan lingkungan dalam mendukung upaya pencegahan, serta mengidentifikasi strategi yang efektif untuk melibatkan mereka dalam proses edukasi.

  1. Pemanfaatan Konten Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi Tentang Tuberkulosis di Kalangan Murid SMAN... doi.org/10.35877/panrannuangku3524Pemanfaatan Konten Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi Tentang Tuberkulosis di Kalangan Murid SMAN doi 10 35877 panrannuangku3524
  2. PENYULUHAN PENCEGAHAN, PENYEBARAN DAN PENGGUNAAN NARKOBA DI DESA MEUNASAH MESJID PUNTEUT KECAMATAN BLANG... doi.org/10.30811/vokasi.v1i2.686PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYEBARAN DAN PENGGUNAAN NARKOBA DI DESA MEUNASAH MESJID PUNTEUT KECAMATAN BLANG doi 10 30811 vokasi v1i2 686
  3. Pengaruh Penggunaan Aplikasi Berbasis Glideapps sebagai Media Edukasi Tuberkulosis pada Siswa SMA | JURNAL... doi.org/10.32922/jkp.v13i2.1228Pengaruh Penggunaan Aplikasi Berbasis Glideapps sebagai Media Edukasi Tuberkulosis pada Siswa SMA JURNAL doi 10 32922 jkp v13i2 1228
  4. Literature Review: Gambaran Efektivitas Penggunaan Media Video terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya... doi.org/10.58344/jmi.v1i2.33Literature Review Gambaran Efektivitas Penggunaan Media Video terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya doi 10 58344 jmi v1i2 33
Read online
File size465.14 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test