PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN

Jurnal Siti RufaidahJurnal Siti Rufaidah

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan serius yang masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan seperti Desa Ambasea, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan. Stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, umumnya terjadi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan. Di Desa Ambasea, permasalahan ini diperparah oleh pola makan balita yang tidak teratur, konsumsi makanan yang kurang bergizi, serta perilaku kebersihan yang rendah. Balita cenderung sering mengonsumsi makanan ringan yang tidak bernutrisi, menolak makan makanan utama seperti nasi dan lauk pauk, serta jarang mencuci tangan dengan sabun sebelum makan atau setelah buang air. Selain itu, rendahnya akses terhadap sanitasi dasar seperti kepemilikan jamban yang layak dan sistem pembuangan air limbah (SPAL) yang memadai juga turut berkontribusi terhadap risiko terjadinya infeksi yang dapat mengganggu penyerapan gizi, sehingga meningkatkan potensi stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi kesehatan lingkungan yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada balita usia 0–2 tahun di Desa Ambasea. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 54 balita yang mengalami stunting. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur kepada orang tua atau pengasuh balita serta melalui observasi langsung terhadap kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,5% keluarga tidak memiliki jamban yang layak, 70% tidak memiliki SPAL yang memadai. Namun, 87% keluarga memiliki akses terhadap air bersih, dan 85% menunjukkan perilaku mencuci tangan yang baik. Kesimpulan: Kondisi kesehatan lingkungan di Desa Ambasea menunjukkan masih adanya tantangan terutama pada kepemilikan jamban dan sistem pengelolaan air limbah. Meskipun akses air bersih cukup baik dan perilaku kebersihan masyarakat tergolong positif, peningkatan sanitasi infrastruktur tetap penting.

Kondisi kesehatan lingkungan di Desa Ambesea masih menunjukkan rendahnya kepemilikan jamban dan pengelolaan limbah (SPAL) yang tidak memadai, meskipun akses air bersih dan perilaku kebersihan masyarakat relatif baik.Tingkat kepemilikan jamban yang rendah serta penggunaan sarana air limbah yang tidak optimal menjadi faktor utama yang harus ditangani untuk mengurangi risiko stunting.Diperlukan peningkatan edukasi, pembangunan infrastruktur sanitasi, serta pemantauan kualitas air untuk memperbaiki sanitasi lingkungan dan mendukung pertumbuhan anak.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas program Community‑Led Total Sanitation (CLTS) dalam meningkatkan kepemilikan jamban dan mengurangi angka stunting pada balita di desa‑desa dengan karakteristik serupa; selanjutnya, studi eksperimental diperlukan untuk menilai dampak kombinasi intervensi rumah tangga berupa pengolahan air bersih (HWTS) dan edukasi kebersihan terhadap penurunan infeksi saluran pencernaan serta peningkatan status gizi anak; terakhir, penelitian longitudinal yang memfokuskan pada peran pendidikan ibu dan pendapatan keluarga dalam mengubah perilaku pola makan serta praktik sanitasi dapat memberikan insight tentang interaksi faktor sosial‑ekonomi dan lingkungan dalam pencegahan stunting, sehingga membantu merancang kebijakan yang terintegrasi dan berbasis bukti.

  1. Gambaran Kesehatan Lingkungan dan Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia 0-2 Tahun di Desa Ambesea Kecamatan... journal.ppniunimman.org/index.php/JASIRA/article/view/204Gambaran Kesehatan Lingkungan dan Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia 0 2 Tahun di Desa Ambesea Kecamatan journal ppniunimman index php JASIRA article view 204
  2. Kajian Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tuan Kabupaten... doi.org/10.22437/jpb.v5i1.21200Kajian Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tuan Kabupaten doi 10 22437 jpb v5i1 21200
  3. HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA DI KABUPATEN MAJENE | Bina Generasi... ejurnal.biges.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/233HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA DI KABUPATEN MAJENE Bina Generasi ejurnal biges ac index php kesehatan article view 233
  4. Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Stunting pada Anak Balita di Daerah Pesisir Pantai Puskesmas Tumalehu... jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JKT/article/view/139Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Stunting pada Anak Balita di Daerah Pesisir Pantai Puskesmas Tumalehu jurnalpoltekkesmaluku index php JKT article view 139
Read online
File size424.78 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test