STIKESMITRAKELUARGASTIKESMITRAKELUARGA

Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)

Remaja terutama siswa sekolah menengah atas memerlukan kegiatan penambah wawasan terkait kesehatan reproduksi untuk pencegahan infeksi saluran kemih dan pemeriksaan laboratorium dari tahap pra analitik, analitik, dan pasca analitik. Tujuan kegiatan PKM untuk edukasi siswa tentang penyakit ISK dan memberikan keterampilan pemeriksaan laboratorium urinalisa. Metode kegiatan dilakukan selama bulan Mei - Juli 2025 dengan sistem penyuluhan secara ceramah dan pelatihan pemeriksaan urin mikroskopik dan carik celup. Jumlah responden yang mengikuti edukasi sebanyak 237 siswa/i. Hasil uji normalitas didapatkan nilai p <0.005 yang berarti distribusi data tidak normal sehingga dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed‑Rank, diperoleh nilai Z = -7.324 dengan nilai signifikansi p = 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan keterampilan pemeriksaan laboratorium tentang ISK sebelum dan sesudah diberikan pelatihan.

Kegiatan edukasi dan keterampilan laboratorium efektif untuk meningkatkan keilmuan dan keterampilan laboratorium pemeriksaan mikroskopis dan kimia urin sebagai tindakan promotif untuk mencegah dan mengurangi risiko penyakit ISK pada remaja.

Penelitian lanjutan dapat meneliti efektivitas penggabungan metode ceramah interaktif dengan materi pembelajaran digital berbasis aplikasi mobile dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan pemeriksaan urinalisis pada siswa SMA/SMK selama enam bulan, dengan membandingkan perubahan skor pre‑test dan post‑test serta retensi pengetahuan tiga bulan setelah intervensi. Selain itu, studi longitudinal selama satu tahun dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak edukasi ISK terhadap perubahan perilaku hidup sehat, khususnya kebersihan organ reproduksi dan frekuensi melakukan pemeriksaan urine, menggunakan kuesioner sikap, catatan harian, dan observasi praktik lapangan. Penelitian selanjutnya dapat membandingkan hasil pemeriksaan laboratorium urinalisis antara kelompok yang menerima pelatihan praktis langsung di laboratorium dengan kelompok yang memperoleh pelatihan melalui simulasi virtual reality, untuk menentukan pendekatan yang lebih efisien dalam meningkatkan kemampuan mikroskopik dan kimia pada remaja. Selanjutnya, dapat dilakukan analisis faktor‑faktor motivasi dan hambatan yang mempengaruhi partisipasi siswa dalam program edukasi ISK, dengan menggunakan metode kualitatif wawancara mendalam serta analisis tematik. Semua upaya penelitian ini diharapkan memberikan pedoman yang lebih evidence‑based bagi institusi pendidikan dalam merancang program pencegahan infeksi saluran kemih yang berkelanjutan.

  1. EDUKASI DAN PELATIHAN PEMERIKSAAN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) PADA SISWA SMK TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS... abdiinsani.unram.ac.id/index.php/jurnal/article/view/1180EDUKASI DAN PELATIHAN PEMERIKSAAN INFEKSI SALURAN KEMIH ISK PADA SISWA SMK TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS abdiinsani unram ac index php jurnal article view 1180
  2. Upaya Preventif Infeksi Saluran Kemih (ISK) melalui Skrining Pemeriksaan Urine pada Remaja Putri | Abbas... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kreativitas/article/view/12248Upaya Preventif Infeksi Saluran Kemih ISK melalui Skrining Pemeriksaan Urine pada Remaja Putri Abbas ejurnalmalahayati ac index php kreativitas article view 12248
  3. ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP IPA PADA SISWA SMP DENGAN KEGIATAN PRAKTIKUM | Afifah | INKUIRI: Jurnal Pendidikan... doi.org/10.20961/inkuiri.v10i2.57258ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP IPA PADA SISWA SMP DENGAN KEGIATAN PRAKTIKUM Afifah INKUIRI Jurnal Pendidikan doi 10 20961 inkuiri v10i2 57258
Read online
File size498.88 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test