WASTUKANCANAWASTUKANCANA
Jurnal TeknologikaJurnal TeknologikaAnalisis waktu standar produksi adalah metode kuantitatif yang penting untuk mengukur durasi proses produksi. Tujuan utama dari analisis ini adalah untuk menetapkan waktu standar yang akan dijadikan acuan dalam perencanaan sebelum produksi dimulai. Dengan adanya waktu standar, perusahaan dapat memastikan bahwa waktu produksi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Proses analisis ini dimulai dengan pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch pada enam elemen kerja yang berbeda. Pengukuran ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Setelah pengukuran, langkah berikutnya adalah melakukan uji kecukupan data untuk memastikan bahwa data yang diperoleh cukup dan layak untuk dianalisis. Selain itu, uji keseragaman juga dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana pekerja dapat mengontrol proses kerja mereka dengan baik. Hal ini penting untuk menjamin kualitas dan efisiensi dalam pekerjaan. Data yang telah diuji kemudian diolah lebih lanjut dengan menghitung performance rating, allowance, dan menetapkan waktu siklus. Waktu siklus menggambarkan durasi yang dibutuhkan pekerja untuk menyelesaikan suatu tugas dalam kondisi normal, yang kemudian menghasilkan waktu standar sebagai output akhir. Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar untuk proses pembuatan sablon manual di CV. Dwi Putra Ihwa, khususnya untuk mencampur satu hingga tiga warna dalam satu proses dengan bingkai berukuran 40 x 60 cm, adalah sebesar 181,38 detik atau sekitar 3,02 menit. Dengan waktu standar ini, perusahaan dapat merencanakan dan mengatur produksi secara lebih efisien, meningkatkan produktivitas, dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik.
Waktu standar yang dibutuhkan pekerja secara wajar untuk menyelesaikan suatu elemen kerja yaitu pada tahap mixing warna sebesar 55,69 detik, tahap pembersihan meja sablon sebesar 24,59 detik, tahap pemasangan baju sebesar 31,18 detik, tahap penyablonan sebesar 9,11 detik, tahap pengeringan sebesar 12,73 detik dan tahap pressing sebesar 48,08 detik.Total keseluruhan waktu standar yang telah dihitung sebesar 181,38 detik atau 3,023 menit untuk menyelesaikan sebuah kaos sablon dalam satu siklus dengan jam kerja 9 jam atau 540 menit sehari.
Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi penerapan metode penentuan waktu standar pada perusahaan UMKM lain yang memiliki variasi proses produksi sablon, untuk menguji generalisasi hasil dan mengidentifikasi faktor-faktor spesifik industri yang memengaruhi standar waktu. Selanjutnya, studi komparatif antara proses sablon manual dan sablon otomatis dengan menggunakan pendekatan yang sama dapat memberikan insight mengenai potensi peningkatan efisiensi dan pengurangan waktu siklus, serta implikasi ekonomi bagi perusahaan. Terakhir, pengembangan model waktu standar dinamis yang mempertimbangkan variabilitas permintaan dan kompleksitas desain dapat membantu perusahaan dalam perencanaan produksi yang lebih adaptif, khususnya dalam lingkungan make‑to‑order, sehingga meningkatkan responsibilitas terhadap fluktuasi pasar.
| File size | 683.59 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSAIDUINSAID Penelitian ini berfokus pada analisis dampak risiko kredit dan likuiditas terhadap profitabilitas serta efek moderasi tingkat bunga jaminan terhadap likuiditasPenelitian ini berfokus pada analisis dampak risiko kredit dan likuiditas terhadap profitabilitas serta efek moderasi tingkat bunga jaminan terhadap likuiditas
UNESPADANGUNESPADANG Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dengan kontribusi sebesar 36,9%. Temuan ini mengindikasikanSecara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dengan kontribusi sebesar 36,9%. Temuan ini mengindikasikan
UKITORAJAUKITORAJA Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan 7 Kebiasaan Anak Indonesia memerlukan peran aktif guru serta dukungan sinergis antara sekolah dan keluargaPenelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan 7 Kebiasaan Anak Indonesia memerlukan peran aktif guru serta dukungan sinergis antara sekolah dan keluarga
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode LTC dalam perencanaan kebutuhan Material mampu meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan melalui keseimbanganTemuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode LTC dalam perencanaan kebutuhan Material mampu meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan melalui keseimbangan
E GREENATIONE GREENATION The reconstruction of justice in natural resource governance based on the Rights of Nature in the case of the UNESA Reservoir restitution demonstratesThe reconstruction of justice in natural resource governance based on the Rights of Nature in the case of the UNESA Reservoir restitution demonstrates
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Kombinasi dosis adsorben limestone 1,2 g L‑¹ dan fly ash 136 g L‑¹ dengan waktu kontak 30 menit dan kecepatan pengaduk 200 rpm efektifKombinasi dosis adsorben limestone 1,2 g L‑¹ dan fly ash 136 g L‑¹ dengan waktu kontak 30 menit dan kecepatan pengaduk 200 rpm efektif
UIBUUIBU The research instrument was a hedonic test sheet with a scale of 1 to 5 (taste, aroma, appearance, texture, and overall). The research data are quantitativeThe research instrument was a hedonic test sheet with a scale of 1 to 5 (taste, aroma, appearance, texture, and overall). The research data are quantitative
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan informasi tentang bagaimana meminimalisir limbah brine yang menjadi hasil samping dari instalasi pengolahanTujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan informasi tentang bagaimana meminimalisir limbah brine yang menjadi hasil samping dari instalasi pengolahan
Useful /
STTSETIASTTSETIA Kegiatan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam partisipasi aktif anak-anak, kemampuan mereka dalam mengingat tokoh serta pesan Alkitab, serta keterlibatanKegiatan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam partisipasi aktif anak-anak, kemampuan mereka dalam mengingat tokoh serta pesan Alkitab, serta keterlibatan
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Industri ini mempekerjakan 15 pekerja di enam stasiun kerja, yaitu stasiun pemrosesan ikan, penggiling ikan, pengadukan, pencetakan, penggorengan, danIndustri ini mempekerjakan 15 pekerja di enam stasiun kerja, yaitu stasiun pemrosesan ikan, penggiling ikan, pengadukan, pencetakan, penggorengan, dan
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Ditemukan bahwa variabel Penguasaan Teknologi Informasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten PasamanDitemukan bahwa variabel Penguasaan Teknologi Informasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman
UBTUBT Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi jagung (Zea mays) terhadap perlakuan jarak tanam serta untuk menentukanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi jagung (Zea mays) terhadap perlakuan jarak tanam serta untuk menentukan