WASTUKANCANAWASTUKANCANA
Jurnal TeknologikaJurnal TeknologikaPenelitian ini berfokus pada pengendalian kualitas dengan metode QC Seven Tools untuk mengurangi cacat produk pada produksi kompon di PT Velasto Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta. Produk cacat dapat mengakibatkan peningkatan biaya produksi, penurunan kepuasan pelanggan, dan penurunan daya saing. Oleh karena itu, mengidentifikasi akar penyebab cacat dan menerapkan langkah-langkah pengendalian yang efektif sangatlah penting. Tujuh Alat QC—yang terdiri dari Lembar Periksa, Histogram, Diagram Pareto, Diagram Sebab-Akibat, Bagan Kontrol, Diagram Sebar, dan Bagan Alir—diterapkan untuk menganalisis dan memantau proses produksi. Studi ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dari pengamatan langsung, wawancara dengan staf produksi, dan catatan produksi perusahaan. Analisis menggunakan Diagram Pareto mengungkapkan bahwa cacat yang paling sering terjadi pada produk campuran adalah kekasaran permukaan, tekstur yang tidak konsisten, dan kontaminasi. Diagram Sebab-Akibat mengidentifikasi akar penyebab potensial seperti malfungsi mesin, kesalahan operator, dan kualitas bahan baku yang tidak konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tindakan perbaikan berdasarkan analisis alat QC—seperti penjadwalan perawatan mesin, pelatihan operator, dan kontrol kualitas pemasok—menghasilkan pengurangan signifikan dalam tingkat cacat. Hal ini menunjukkan bahwa Tujuh Alat QC efektif dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah kualitas dalam proses manufaktur. Secara keseluruhan, studi ini menyoroti pentingnya pendekatan pengendalian mutu terstruktur dalam mencapai perbaikan berkelanjutan dan efisiensi operasional.
Penerapan QC Seven Tools secara efektif mengidentifikasi, menganalisis, dan mengurangi tingkat cacat pada produk compound, terutama permukaan kasar dan tekstur tidak merata yang menyumbang lebih dari 80% total cacat.Analisis dengan Check Sheet, Pareto Diagram, Cause-and-Effect Diagram, Control Chart, dan Scatter Diagram mengungkap penyebab utama berupa faktor manusia, mesin, material, dan metode kerja.Tindakan perbaikan seperti pelatihan operator, perawatan mesin, dan kontrol kualitas bahan baku menurunkan tingkat cacat sebesar 35%, meningkatkan efisiensi operasional, kepuasan pelanggan, dan daya saing perusahaan.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi monitoring sensor secara real‑time dengan pendekatan QC Seven Tools dapat mempercepat deteksi dan penanggulangan cacat pada proses produksi compound, sehingga memperkuat efektivitas kontrol kualitas. Selain itu, penting untuk meneliti penerapan algoritma pembelajaran mesin yang memanfaatkan data proses yang diperoleh dari QC Seven Tools untuk memprediksi kemungkinan terjadinya defect sebelum terjadi, yang dapat memberikan dasar keputusan proaktif bagi manajemen produksi. Selanjutnya, sebuah studi komparatif antara metodologi QC Seven Tools dan pendekatan Six Sigma dalam konteks perusahaan manufaktur skala kecil hingga menengah dapat memberikan wawasan tentang keunggulan biaya, keberlanjutan, dan skalabilitas masing‑masing metodologi, sehingga membantu perusahaan memilih strategi peningkatan kualitas yang paling sesuai dengan sumber daya dan tujuan mereka.
| File size | 631.31 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
InstiperInstiper Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis usaha bawang merah goreng Superbram di KWT Putri Manunggal, menggunakan pendekatan Business ModelPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis usaha bawang merah goreng Superbram di KWT Putri Manunggal, menggunakan pendekatan Business Model
InstiperInstiper Skor Matriks IFE (2,92) dan EFE (2,88) menempatkan BBIAT Kutasari pada Sel V Matriks IE dengan strategi Hold and Maintain. Analisis SWOT menghasilkan strategiSkor Matriks IFE (2,92) dan EFE (2,88) menempatkan BBIAT Kutasari pada Sel V Matriks IE dengan strategi Hold and Maintain. Analisis SWOT menghasilkan strategi
UNRAMUNRAM Namun, keterbatasan diversifikasi produk, rendahnya pengetahuan teknologi produksi, serta akses pasar yang terbatas membuat nilai tambah komoditas iniNamun, keterbatasan diversifikasi produk, rendahnya pengetahuan teknologi produksi, serta akses pasar yang terbatas membuat nilai tambah komoditas ini
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Krisis bahan bakar fosil di Indonesia, yang menyumbang 85% dari total energi nasional, mendorong kebutuhan untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan,Krisis bahan bakar fosil di Indonesia, yang menyumbang 85% dari total energi nasional, mendorong kebutuhan untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan,
UYPUYP Perlunya improvement dalam sistem adalah salah satu cara untuk meningkatkan produksi di PT ABC. Dari hasil pengamatan didapat bahwa prosentase aktivitasPerlunya improvement dalam sistem adalah salah satu cara untuk meningkatkan produksi di PT ABC. Dari hasil pengamatan didapat bahwa prosentase aktivitas
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Pupuk Kujang Ciampek memproduksi salah satu pupuk, yaitu pupuk NPK subsidi. Pupuk NPK terdiri dari beberapa bahan baku, yakni UREA, KCL, DAP, dan CLAY.Pupuk Kujang Ciampek memproduksi salah satu pupuk, yaitu pupuk NPK subsidi. Pupuk NPK terdiri dari beberapa bahan baku, yakni UREA, KCL, DAP, dan CLAY.
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan untuk memformulasikan strategi pemasaran produk alat kesehatan PT. Standard Biosensor HealthcareDalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan untuk memformulasikan strategi pemasaran produk alat kesehatan PT. Standard Biosensor Healthcare
WASTUKANCANAWASTUKANCANA PT. IJK. telah menerapkan Total Productive Maintenance guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan manufaktur secara menyeluruh. Namun dalamPT. IJK. telah menerapkan Total Productive Maintenance guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan manufaktur secara menyeluruh. Namun dalam
Useful /
InstiperInstiper Oleh karena itu, SAW dan WP dapat dijadikan instrumen yang mendukung pengelolaan sumber daya manusia serta meningkatkan efektivitas promosi jabatan, produktivitas,Oleh karena itu, SAW dan WP dapat dijadikan instrumen yang mendukung pengelolaan sumber daya manusia serta meningkatkan efektivitas promosi jabatan, produktivitas,
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Plastik adalah bahan polimer (biasanya bahan organik) yang memiliki berat molekul tinggi dalam bentuk padat yang, ketika dipanaskan perlahan, menjadi lunakPlastik adalah bahan polimer (biasanya bahan organik) yang memiliki berat molekul tinggi dalam bentuk padat yang, ketika dipanaskan perlahan, menjadi lunak
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Dwi Putra Ihwa, khususnya untuk mencampur satu hingga tiga warna dalam satu proses dengan bingkai berukuran 40 x 60 cm, adalah sebesar 181,38 detik atauDwi Putra Ihwa, khususnya untuk mencampur satu hingga tiga warna dalam satu proses dengan bingkai berukuran 40 x 60 cm, adalah sebesar 181,38 detik atau
UPI YAIUPI YAI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada Hubungan antara Optimisme dan Dukungan sosial teman sebaya terhadap Resiliensi pada mahasiswa akhirTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada Hubungan antara Optimisme dan Dukungan sosial teman sebaya terhadap Resiliensi pada mahasiswa akhir