WASTUKANCANAWASTUKANCANA

Jurnal TeknologikaJurnal Teknologika

Proses pelapisan logam (coating) berperan penting dalam meningkatkan ketahanan korosi dan umur pakai produk. Salah satu komponen utamanya adalah main pot, wadah refraktori yang menampung paduan aluminium, seng, dan silikon pada suhu tinggi. Stabilitas suhu cairan pelapis sangat bergantung pada kinerja induktor sebagai sumber panas utama. Permasalahan yang dihadapi adalah kapasitas induktor yang belum optimal dalam mempertahankan suhu operasi, sehingga memengaruhi efisiensi proses dan kualitas hasil pelapisan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan induktor dalam menjaga suhu main pot, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi pemanasan, dan memberikan rekomendasi peningkatan kinerja sistem.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data terkait dengan kinerja dari induktor untuk proses coating, diperoleh beberapa kesimpulan.Pertama, empat induktor berkapasitas masing-masing 450 kVA (total 1.800 kVA) dengan faktor daya (cos φ) 0,8–1 hanya mampu memenuhi 20–23% dari kebutuhan energi pemanasan cairan coating Al-Zn (28,95 m³) untuk mencapai suhu 630°C dalam 300 menit.Kedua, fluktuasi suhu main pot selama operasi dipengaruhi oleh dimensi material baja dan laju produksi.Ketiga, penurunan volume cairan rata-rata sebesar 8,05–11,60% setiap 5 jam operasi.Keempat, faktor penentu kinerja induktor meliputi kapasitas daya, faktor daya (cos φ), efisiensi sistem pemanasan induksi, serta laju konsumsi material coating.

Untuk meningkatkan kinerja sistem pelapisan logam berbasis pemanasan induksi, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi refill berkala yang optimal. Strategi ini harus mempertimbangkan laju konsumsi material coating dan kapasitas daya yang tersedia. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi metode pemanasan alternatif yang lebih efisien, seperti pemanasan induksi dengan frekuensi tinggi atau penggunaan bahan pelapis dengan titik leleh yang lebih rendah. Dengan demikian, stabilitas suhu dan efisiensi proses pelapisan dapat ditingkatkan, sehingga kualitas hasil coating dapat lebih terjaga.

  1. Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Teknologika | Jurnal Teknologika. vol jurnal teknologika skip main content... doi.org/10.51132/teknologika.v14i2Vol 14 No 2 2024 Jurnal Teknologika Jurnal Teknologika vol jurnal teknologika skip main content doi 10 51132 teknologika v14i2
  2. Analysis of Heat Transfer Conduction and Convection on Heat Exchanger Double Effect Evaporator on Sugarcane... jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/221Analysis of Heat Transfer Conduction and Convection on Heat Exchanger Double Effect Evaporator on Sugarcane jrpb unram ac index php jrpb article view 221
Read online
File size699.3 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test