UNBARIUNBARI

One moment, please...One moment, please...

Pisang merupakan buah tropis yang banyak disukai masyarakat. Di Indonesia, permintaan buah pisang terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya teknologi industri pengolahan pisang. Salah satu jenis pisang yang sangat digemari oleh konsumen adalah pisang Barangan. Peningkatan produksi pisang Barangan harus diikuti dengan perbaikan teknik budidaya dan perluasan areal penanamannya. Perluasan areal penanaman memerlukan bibit pisang dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat, serta bebas dari organisme pengganggu tanaman. Oleh sebab itu saat ini telah dikembangkan perbanyakan bibit pisang melalui kultur jaringan. Bibit pisang asal kultur jaringan memerlukan media aklimatisasi dengan komposisi campuaran media tanam yang baik agar diperoleh bibit yang siap pindah tanam dalam waktu yang lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis media tanam yang tepat untuk pertumbuhan bibit pisang Barangan pada saat aklimatisasi di lapangan (transplanting II). Penelitian dilakukan di Teaching and Research Farm, Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, yaitu jenis dan dosis kompos. Jenis kompos yang digunakan adalah kompos batang pisang, kompos kotoran ayam, dan kompos keong emas (kosarmas). Dosis yang digunakan terdiri dari 2,5 g per kg media tanam, 5 g per kg media tanam, 10 g per kg media tanam, dan 15 g per kg media tanam. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis dan dosis kompos tidak menunjukkan interaksi yang nyata. Berbagai jenis dan dosis media kompos menghasilkan pertumbuhan bibit pisang yang baik, sehingga pada umur dua bulan sudah dapat dipindahkan ke lapangan. Bibit yang ditanam pada media yang diberi kompos kotoran ayam dengan dosis 10 g per kg media tanam cenderung memperlihatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan media lainnya. Pertumbuhan bibit pisang dengan pemberian kompos tersebut menunjukkan bibit yang siap pindah ke lahan dalam waktu 2 bulan, lebih cepat daripada standar pindah tanam sebelumnya (3-4 bulan setelah aklimatisasi tahap 2).

Penggunaan kompos batang pisang, kompos kotoran ayam dan kosarmas dengan dosis 2,5 - 15 g per kg media tanam, menghasilkan pertumbuhan bibit pisang Barangan yang baik pada tahap aklimatisasi (transplanting II), dan siap pindah tanam pada umur 2 bulan, sesuai dengan persyaratan bibit yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.Kompos kotoran ayam terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan bibit pisang Barangan asal kultur jaringan, meskipun peningkatan pertumbuhan tersebut relatif tidak jauh berbeda dengan peningkatan pertumbuhan dengan penggunaan kompos batang pisang maupun kosarmas.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut pengaruh dosis kompos yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan bibit pisang Barangan, untuk menentukan dosis optimal yang dapat meningkatkan pertumbuhan bibit secara signifikan. 2. Melakukan studi komparatif antara penggunaan kompos kotoran ayam dan kompos batang pisang, untuk menentukan manfaat dan keunggulan masing-masing jenis kompos terhadap pertumbuhan bibit pisang. 3. Meneliti pengaruh kombinasi kompos kotoran ayam dan kompos batang pisang pada media tanam, untuk mengeksplorasi potensi sinergi antara kedua jenis kompos tersebut dalam mendukung pertumbuhan bibit pisang Barangan.

Read online
File size285.23 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test