ISKIISKI

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Kemajuan teknologi komunikasi dan media sosial telah mengubah industri pariwisata, terutama melalui munculnya travel influencer di berbagai platform media sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola interaksi parasosial antara travel micro-influencer dan penonton di YouTube. Interaksi parasosial didefinisikan sebagai interaksi satu arah dengan tokoh media saat paparan media. Data dikumpulkan dari video perjalanan YouTube tentang Yogyakarta sebagai salah satu kota tujuan wisata paling populer di Indonesia, yang diproduksi oleh lima travel micro-influencer Indonesia dengan pengikut di bawah 100.000. Menggunakan analisis konten kualitatif, konten video dan komentar dikodekan dan diperiksa. Temuan mengungkapkan bahwa micro-influencer menciptakan pola interaksi parasosial melalui beberapa aspek kunci, termasuk daya tarik fisik, keterampilan komunikasi antar pribadi, berbagi informasi, daya tarik destinasi, teknik produksi, dan konfirmasi. Sementara itu, penonton terlibat secara parasosial melalui ekspresi kekaguman dan apresiasi, keterlibatan aktif, interaksi, ikatan emosional, inspirasi, dan pengaruh praktis. Meskipun interaksi yang terbentuk terutama satu arah, beberapa interaksi ini bersifat timbal balik, seperti ketika influencer membalas komentar penonton. Pola interaksi ini menunjukkan bahwa YouTube berfungsi sebagai platform untuk menciptakan dan mempertahankan interaksi parasosial antara penonton dan influencer, selain sebagai platform distribusi konten.

Temuan penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pola interaksi parasosial dari dua sudut pandang.Travel micro-influencer menciptakan interaksi parasosial melalui berbagai aspek, seperti daya tarik fisik, keterampilan komunikasi antar pribadi, penyampaian informasi, daya tarik destinasi, teknik produksi, dan interaksi dalam bentuk konfirmasi.Sementara itu, penonton membentuk interaksi parasosial dengan menggunakan pola seperti kekaguman dan apresiasi, keterlibatan dan interaksi aktif, ikatan emosional, inspirasi, dan pengaruh praktis.Penelitian lebih lanjut dapat menggunakan influencer dari konteks yang berbeda, seperti kesehatan, kebugaran, kecantikan, dan lainnya.Pola interaksi parasosial yang terjadi mungkin berbeda dari yang ditemukan dalam penelitian ini.Selain itu, penelitian masa depan juga dapat menggunakan media sosial lainnya, seperti Facebook, Instagram, X, dan lainnya.Perbedaan fitur di setiap platform digital mungkin menyebabkan pola interaksi yang berbeda.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki pola interaksi parasosial antara influencer dan penonton di platform media sosial lainnya, seperti Facebook, Instagram, atau X. Perbedaan fitur dan dinamika interaksi di setiap platform dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana pola interaksi parasosial dapat bervariasi di antara platform media sosial yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur pengaruh interaksi parasosial pada perilaku penonton, seperti niat perjalanan atau keputusan pembelian. Hal ini dapat membantu memahami bagaimana interaksi parasosial dapat mempengaruhi perilaku konsumen secara nyata. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi strategi yang digunakan oleh influencer untuk meningkatkan interaksi parasosial dengan penonton mereka. Dengan memahami strategi ini, influencer dan pemasar dapat mengembangkan pendekatan yang lebih efektif untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan penonton dan mendorong hasil perilaku yang diinginkan dalam sektor perjalanan.

  1. Emily Hund. The influencer industry: The quest for authenticity on social media | Studies in Communication... doi.org/10.24434/j.scoms.2023.03.4392Emily Hund The influencer industry The quest for authenticity on social media Studies in Communication doi 10 24434 j scoms 2023 03 4392
  2. 0. 0 doi.org/10.1037/a00281200 0 doi 10 1037 a0028120
Read online
File size897.29 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test