UGPUGP

Jurnal Ilmiah Ilmu ManajemenJurnal Ilmiah Ilmu Manajemen

Implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin mendapat perhatian sebagai pendekatan untuk meningkatkan keberlanjutan bisnis. Meskipun praktik ESG banyak diadopsi oleh korporasi besar, penerapannya pada usaha skala kecil masih terbatas karena berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, pengetahuan yang minim, dan kapasitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi pelaku usaha terhadap penerapan ESG pada usaha skala kecil serta mengidentifikasi faktor‑faktor yang memengaruhi penerimaannya. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei terhadap pemilik usaha kecil sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif untuk menilai tingkat pemahaman, sikap, dan kesiapan responden dalam menerapkan prinsip ESG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha memiliki persepsi positif terhadap ESG, menyadari potensinya dalam meningkatkan reputasi bisnis, memperkuat kepercayaan pelanggan, dan mendukung keberlanjutan jangka panjang. Namun, tingkat pemahaman mengenai dimensi lingkungan, sosial, dan tata kelola bervariasi secara signifikan di antara responden. Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi biaya implementasi, akses terbatas terhadap informasi terkait ESG, serta kurangnya panduan atau mekanisme dukungan. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan literasi ESG serta penyediaan dukungan institusional untuk mendorong adopsi ESG yang lebih luas dan efektif pada usaha skala kecil. Peningkatan kesadaran dan pemahaman praktis mengenai ESG diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan daya saing jangka panjang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi pelaku usaha skala kecil di Kecamatan Kenjeran terhadap penerapan prinsip ESG cenderung positif, namun tingkat pemahamannya masih tergolong rendah.Permasalahan utama yang ditemukan meliputi rendahnya literasi ESG, keterbatasan akses informasi, serta belum adanya pendampingan yang berkelanjutan.Oleh karena itu, peningkatan literasi, pelatihan, serta pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci utama agar prinsip ESG dapat diterapkan secara efektif dan mendukung keberlanjutan usaha jangka panjang.

Penelitian lanjutan dapat menguji sejauh mana program pelatihan ESG yang terstruktur meningkatkan penerapan prinsip ESG pada usaha kecil di berbagai kecamatan Surabaya, dengan membandingkan kelompok yang menerima pelatihan dan yang tidak melalui desain eksperimental. Selanjutnya, studi dapat mengkaji bagaimana penggunaan aplikasi mobile berbasis edukasi ESG dapat mempercepat peningkatan literasi dan praktik keberlanjutan pada UMKM, menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara mendalam untuk menilai faktor motivasi dan hambatan teknologi. Selain itu, penelitian longitudinal dapat menilai dampak adopsi ESG terhadap kinerja ekonomi, seperti profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan daya saing usaha kecil selama periode tiga hingga lima tahun, sehingga memberikan bukti empiris tentang kontribusi ESG terhadap keberlanjutan jangka panjang. Dengan mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, ketiga arah studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas intervensi, peran teknologi, serta implikasi ekonomi dari ESG pada UMKM.

  1. Internalisasi Etika Bisnis dalam Pembentukan Karakter Profesional Mahasiswa: (Studi Kualitatif Berbasis... doi.org/10.54066/jrea-itb.v4i1.3994Internalisasi Etika Bisnis dalam Pembentukan Karakter Profesional Mahasiswa Studi Kualitatif Berbasis doi 10 54066 jrea itb v4i1 3994
Read online
File size733.54 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test